Pada 2023, kenyataan yang memilukan telah menghantui wilayah jajahan Israel tahun 1948 karena jumlah korban jiwa di kalangan warga Palestina terus meningkat. Sejak awal tahun ini, 181 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka karena berbagai tindakan kekerasan.
Jumlah korban tewas terus meningkat pada tahun ini. Dimulai dengan enam korban jiwa pada Januari, lalu secara tragis mencapai puncaknya pada angka 28 kematian pada bulan September. Kejahatan yang menjadi sebab pembunuhan warga Palestina ini sangat beragam, mulai dari penembakan, pemukulan, penyerangan kendaraan, dan pengeboman. Besarnya kekejaman ini menunjukkan fakta mengerikan yang melanda komunitas Palestina di wilayah-48.
Kenyataan yang paling menyayat hati dari kekerasan ini adalah banyaknya korban jiwa dari kalangan anak-anak. Sembilan nyawa anak-anak yang usianya antara 2 dan 17 tahun, tewas sia-sia karena kejahatan mengerikan ini, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan.
Akuntabilitas atas serangan-serangan terhadap warga Palestina ini adalah hal penting dan pemerintah Israel bertanggung jawab untuk menyelidiki, menangani, dan membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan ini ke pengadilan. Komunitas internasional harus memberikan tekanan dan menuntut dilakukannya penyelidikan yang transparan, untuk memastikan bahwa para pelakunya harus menghadapi tuntutan hukum yang penuh.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








