Anak-anak di kota Derna, Libya, menderita depresi dan kehilangan kemampuan berbicara, bahkan ada yang mencoba bunuh diri setelah Badai Mediterania Daniel menyapu bersih kampung halaman mereka. Derna adalah daerah yang paling parah terkena dampak banjir, menyebabkan bendungan kota jebol, serta menghanyutkan rumah-rumah dan orang-orang.
“Hampir 300.000 anak diperkirakan terkena dampak Badai Daniel yang dahsyat di seluruh Libya timur,” kata Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada 14 September. “Jumlah anak-anak yang terkena dampak mewakili seluruh generasi,” kata psikiater Libya, Shaheen Al-Zayani. Ia menjelaskan bahwa “Banjir sangat berdampak terhadap psikologis anak-anak.” “Situasi ini sayangnya akan membayangi seluruh negara pada masa depan,” tambahnya.
Badai Daniel melanda Libya timur pada 10 September, menyebabkan banjir di beberapa kota, termasuk Benghazi, Bayda, Al Marj, Soussa, dan Derna. Banjir mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur dan merenggut banyak korban jiwa. Pada 14 September, pihak berwenang di Libya Timur menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 3.845 orang.
“Banyak anak-anak yang mengalami depresi, sebagian lagi kehilangan kemampuan berbicara akibat kengerian yang mereka alami saat banjir melanda Derna,” kata dokter Libya itu. “Beberapa anak terjebak di dalam rumah mereka dengan mayat di depan mereka sampai mereka diselamatkan,” kata Al-Zayani. Durasi banjir setelah badai, menurut Al-Zayani, diperkirakan lebih dari 15 jam, di mana anak-anak ini berada di bawah reruntuhan rumahnya, tersapu air ke beberapa tempat, atau berada di samping jenazah orang lain, bahkan jenazah anggota keluarganya.”
Psikiater asal Libya ini menjelaskan bahwa persepsi anak-anak terhadap bencana semacam ini sangat berbeda dengan persepsi orang dewasa. “Salah satu kasus psikologis tersulit yang saya temui di antara anak-anak ini adalah seorang anak laki-laki yang dipindahkan bersama saudara perempuannya dari Derna ke Benghazi,” kata Al-Zayani. “Setelah kehilangan kedua orang tuanya, anak ini berkali-kali mencoba bunuh diri dengan melompat dari tempat tinggi dan melakukannya tanpa sadar,” tambah dokter.
Pemindahan
“Banyak anak harus dipindahkan ke Benghazi,” kata Al-Zayani, seraya menyatakan bahwa “pengungsian semacam ini akan menghambat pertumbuhan psikis anak-anak ini.” Menurut angka PBB, lebih dari 40.000 orang mengungsi akibat banjir dahsyat tersebut. “Bagi seorang anak yang meninggalkan sekolahnya, rumahnya, dan tetangganya, kemudian tiba-tiba mendapati dirinya berada di lingkungan lain yang kurang aman dan menenteramkan adalah pengalaman yang sangat negatif,” Al-Zayani menjelaskan.
“Lingkungan baru ini hanya menegaskan kepada anak bahwa ia benar-benar mengalami krisis,” kata Al-Zayani, sambil menekankan “Anak-anak seharusnya dijauhkan dari situasi luar biasa apa pun untuk mempersiapkan mereka menghadapi perawatan psikologis pasca-trauma.”
Bantuan psikologis kepada para penyintas
“Seluruh penduduk Kota Derna benar-benar terkejut dengan skala bencana yang terjadi, yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Libya,” kata Saad El-Din Abdel-Wakil, Wakil Sekretaris Kementerian Kesehatan di Pemerintah Persatuan Nasional. Abdel-Wakil menyatakan bahwa pihak berwenang “mengerjakan program dukungan inklusif untuk memberikan bantuan psikologis kepada para penyintas banjir.”
Ia menjelaskan bahwa “lembaga-lembaga yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, termasuk rumah sakit jiwa, Yayasan Pelayanan Kesehatan, Bulan Sabit Merah, dan beberapa lembaga urusan sosial lainnya, telah memulai tugasnya sejak minggu lalu, terutama dalam memberikan dukungan psikologis.”
Selain itu, beberapa lembaga, pusat penelitian, dan tim yang berafiliasi dengan kementerian kesehatan, akan melakukan kerja sama untuk mempelajari banyak masalah psikologis dan sosial akibat bencana banjir.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








