Ribuan orang dilaporkan hilang setelah hujan badai melanda Libya, kata Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Selasa (12/9).
“Kami mengonfirmasi dari sumber independen bahwa jumlah orang hilang sejauh ini mencapai 10.000 orang,” kata Tamer Ramadan, kepala misi ICRC di Libya. “Jumlah korban tewas sangat besar dan mungkin mencapai ribuan,” katanya kepada wartawan di Jenewa melalui sambungan video dari Tunis.
Lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya masih belum ditemukan setelah banjir yang disebabkan oleh Badai Daniel melanda Libya timur, menurut para pejabat Libya. Laporan awal menunjukkan bahwa puluhan desa dan kota terendam banjir di tengah kerusakan infrastruktur yang meluas.
Pemerintah setempat di Derna mengatakan dua bendungan yang runtuh di kota tersebut, menambah tingkat keparahan bencana. Pada Senin (11/9), Dewan Kepresidenan Libya mengimbau negara-negara sahabat dan kelompok bantuan internasional untuk memberikan bantuan ke daerah yang dilanda banjir di wilayah timur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








