Badai Daniel menghantam Libya pada pekan lalu dan menyebabkan banjir di wilayah timur negara tersebut. Sejumlah daerah yang terdampak di antaranya Bayda dan Derna. Kepala jaringan kemanusiaan Bulan Sabit Merah mengatakan setidaknya 150 kematian terjadi di Derna saja. Dua bendungan di Derna – rumah bagi sekitar 100.000 orang – dilaporkan runtuh, menenggelamkan sebagian besar wilayah, dan menenggelamkan warga.
Pemerintah sementara Libya mendeklarasikan hari berkabung selama tiga hari dan meminta agar bendera dikibarkan setengah tiang. Beberapa jam setelah pemerintahannya mengatakan jumlah korban tewas lebih dari 150 orang, Perdana Menteri Libya Timur Osama Hamad mengatakan kepada saluran televisi Libya: “Yang hilang mencapai ribuan, dan korban tewas melebihi 2.000. Seluruh lingkungan di Derna telah hilang, bersama dengan rumah mereka. Banyak warga yang ikut tersapu air.” Dia menambahkan pada Senin (11/9) bahwa ribuan orang hilang, tetapi tidak menyebutkan dari mana data tersebut berasal.
“Tidak ada koneksi internet, tidak ada listrik. Besarnya bencana yang terjadi di kota [Derna] semakin bertambah dari menit ke menit,” Hani Shennib, Presiden Dewan Nasional Hubungan AS-Libya, mengatakan kepada Al Jazeera. “Jumlahnya diperkirakan akan bertambah hingga setidaknya 5.000 korban,” kata Shennib.
Rekaman dari seluruh Libya timur menunjukkan orang-orang terdampar di atap kendaraan mereka ketika Badai Daniel menghantam kota Benghazi, Susa, Bayda, al-Marj, dan Derna pada Minggu dan Senin.
Di luar Derna, sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas di Kota Bayda, kata pusat medis utama kota itu. Tujuh orang dilaporkan tewas di kota pesisir Susa di timur laut Libya, tujuh orang lainnya dilaporkan tewas di kota Shahatt dan Omar al-Mokhtar, kata menteri.
Pekan lalu, bencana ini melanda Yunani, Turki, dan Bulgaria, menewaskan lebih dari puluhan orang. Sementara itu, Mesir bersiap menghadapi Badai Daniel pada Senin. Organisasi meteorologi Mesir mengatakan awan hujan telah berlipat ganda di pantai barat laut. Para ilmuwan iklim telah memperingatkan bahwa pemanasan global menandakan akan ada lebih banyak air yang menguap selama musim panas, sehingga menyebabkan badai yang lebih dahsyat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








