Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtayyeh, telah meminta organisasi hak asasi manusia internasional, khususnya UNICEF, untuk campur tangan dan mengakhiri kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina. Kejahatan terbaru yang mereka sorot adalah pembunuhan terhadap anak berusia 15 tahun, Milad Munther Al-Raa’e, di kamp pengungsi Al-Arroub di Tepi Barat.
Dalam pernyataan persnya, Shtayyeh mengatakan, “Milad dan semua martir seusianya masih dalam kepolosan mereka. Namun, mereka menjadi sasaran para penjahat teroris yang terus membunuh anak-anak, menghancurkan hati orang tua dan sanak saudara mereka.”
“Motivasi para pembunuh untuk terus melakukan kejahatan mereka berasal dari rasa impunitas. Ini mendorong mereka untuk mengulangi tindakan mengerikan yang kita saksikan setiap hari di seluruh wilayah jajahan,” tambahnya.
Shtayyeh mendesak semua organisasi hak asasi manusia internasional, khususnya UNICEF, yang khusus menangani perlindungan anak, untuk melakukan intervensi dan “mengakhiri pembunuhan sehari-hari yang dilakukan oleh para penjahat tersebut.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








