Guncangan gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 6,3 membuat warga di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) panik bukan main. Gempa dibarengi dengan listrik padam dan suara gemuruh yang keras. Gempa Donggala terjadi pada Sabtu malam (9/9) pukul 22.43 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus mengatakan warga terdampak berjumlah 3.780 jiwa di Desa Labean, 1.877 jiwa di Desa Pomalulu, dan 1.193 jiwa di Desa Palau. Pengungsian tersebar di sejumlah titik. “Warga segera mengungsi setelah terjadi gempa,” kata Akris.
Menurut Akris, di Desa Pomalulu ada dua rumah warga dan satu tempat ibadah rusak akibat gempa. Tim BPBD Sulteng masih mengkaji daerah terdampak dan kebutuhan masyarakat. Aparat desa pun mengimbau warga tetap berada di pengungsian untuk sementara.
BMKG menyatakan gempa magnitudo 6,3 yang dimuktahirkan menjadi magnitudo 6,1 di Donggala tak berpotensi tsunami. Gempa tercatat terjadi pada Sabtu pukul 21.43 WIB. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala Moh Fickri Vetran mengatakan, warga yang tinggal di dekat pesisir pantai telah mendirikan tenda secara mandiri di dataran tinggi sebagai antisipasi apabila terjadi gempa bumi susulan yang berpotensi tsunami.
Pihak BPBD Kabupaten Donggala akan mendirikan tenda pengungsi apabila diperlukan ketika masih ada warga yang mengungsi karena sudah ada warga yang kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy A Sembiring mengatakan hingga kini pendataan masih terus dilakukan. Dia menyebut hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa yang mengguncang.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








