Tak cukup bagi Israel menghancurkan tiga sekolah Palestina di Tepi Barat sejak awal tahun 2023. Israel masih mengancam akan menghancurkan 53 sekolah lagi di Area C, menurut Kementerian Pendidikan Palestina pada Sabtu (19/8). Jika terjadi, lebih dari seribu siswa akan kehilangan hak atas pendidikan dan mengalami kesenjangan pencapaian saat tahun ajaran baru mendatang.
Sadi Al-Khadour, juru bicara Kementerian Pendidikan Palestina mengatakan bahwa Israel mengirimkan ancaman pembongkaran ke sekolah-sekolah di Masafer Yatta. Mereka meneror 19 desa Palestina, menyebarkan kepanikan di antara guru, kepala sekolah, dan tentunya para siswa yang masa depan pendidikannya menjadi tidak menentu.
Mo’ayyad Sha’ban, kepala Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok, menekankan bahwa serangan ‘Israel’ terhadap sekolah-sekolah Palestina merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hukum hak asasi manusia.
Salah satu tindakan berulang yang Israel lakukan adalah melanggar hak warga Palestina atas pendidikan. Pelapor Khusus Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, “Salah satu bentuk penjajahan militer adalah pengekangan terhadap hak asasi manusia atas pendidikan. Contoh yang paling mengerikan adalah penjajahan Israel terhadap Palestina.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








