Pasukan pendudukan Israel pada Rabu (16/8) menutup Masjid Ibrahimi di Kota Hebron (Al-Khalil), selatan Tepi Barat, hingga malam hari, dengan alasan hari raya Yahudi. Direktur Masjid Ibrahimi, Ghassan al-Rajabi, menyatakan bahwa pasukan Israel menutup masjid sejak Selasa (15/8) pukul hingga Rabu pukul 22.00, mencegah azan dan masuknya jamaah.
Al-Rajabi menunjukkan bahwa pasukan membuka Masjid Ibrahimi untuk pemukim Yahudi untuk ritual keagamaan mereka. Dia menganggap penutupan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan beribadah, menekankan bahwa masjid itu murni sumbangan Islam, dan orang Yahudi tidak berhak atasnya.
Israel berupaya untuk mengosongkan masjid melalui tindakan represif dan sewenang-wenang terhadap jamaah. Mereka menutup gerbang, mencegah azan, menghalangi pergerakan di pos pemeriksaan militer, dan menahan jamaah.
Pada 1994, Israel telah membagi Masjid Ibrahimi di Hebron menjadi dua bagian, satu untuk Muslim dan yang lainnya untuk Yahudi, menyusul pembunuhan 29 Muslim saat mendirikan salat Subuh pada 25 Februari tahun tersebut, oleh seorang pemukim Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








