Komisi Tawanan dan Urusan Mantan Tawanan pada hari Selasa (15/8) menyatakan keprihatinan mereka atas penahanan 170 anak Palestina oleh otoritas Israel. Anak-anak tersebut ditahan dalam kondisi yang keras di berbagai pusat penahanan, termasuk di Penjara Ofer, Megiddo, dan Al-Damon.
Dalam sebuah laporan terbaru, terungkap bahwa penjara-penjara tersebut tidak memiliki fasilitas minimum yang diperlukan. Para tawanan anak dilaporkan menghadapi metode penyiksaan yang bertentangan dengan standar hak asasi manusia internasional.
Pelanggaran yang dialami anak-anak Palestina di dalam penjara Israel merupakan kondisi terburuk yang dalam sejarah hak asasi manusia dan organisasi internasional. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas organisasi-organisasi tersebut dan ketidakmampuan mereka untuk memberikan perlindungan dasar bagi anak-anak di bawah umur.
Komite mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000, pasukan Israel telah menangkap lebih dari 17.000 anak-anak Palestina, berusia antara 12 hingga 18 tahun. Yang mengejutkan, tidak sedikit tercatat kasus anak-anak berusia 10 tahun juga ditahan.
Sekitar tiga perempat tawanan anak dilaporkan mengalami penyiksaan fisik, sementara semua tawanan menghadapi penyiksaan psikologis di berbagai tahap penahanan mereka. Statistik dan kesaksian yang terdokumentasi ini berasal dari tim hukum yang mengunjungi penjara Israel.
Komite menekankan bahwa tingkat penangkapan anak di bawah umur yang tertinggi terjadi di Al-Quds (Yerusalem). Puluhan orang ditangkap setiap harinya dan ditahan secara tidak sah. Selain penahanan sewenang-wenang, tawanan anak juga menghadapi ancaman dijadikan tawanan rumah, pengusiran, dan denda yang sangat tinggi.
Saat ini, ada sekitar 5.000 tawanan Palestina yang ditahan di pusat penahanan Israel, termasuk 170 anak. Dari jumlah tersebut terdapat 31 anak perempuan, 18 jurnalis, dan sekitar 1.300 tawanan administratif. Selain itu, ada 700 tawanan yang sakit, dengan sekitar 200 orang membutuhkan perhatian medis dan perawatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








