Uni Eropa (UE) Berencana akan melanjutkan pembicaraan dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk meningkatkan toleransi dan sikap saling menghormati setelah serangkaian pembakaran Al-Qur’an beberapa waktu terakhir. Kecaman dan protes pun bermunculan dari berbagai belahan dunia.
Berbicara kepada wartawan pada jumpa pers, Juru Bicara Urusan Luar Negeri UE Peter Stano menegaskan, Komisi Uni Eropa akan melakukan kontak rutin dengan OKI. Dia menjelaskan, pejabat dari komisi dan perwakilan OKI di Brussels telah mengadakan pembicaraan rutin untuk mengambil langkah selanjutnya, setelah beberapa insiden pembakaran atau penodaan Al-Qur’an terjadi di Denmark dan Swedia.
“Tindakan ini bukan kebijakan UE, (ini merupakan -red) tindakan tidak bertanggung jawab dari individu yang tidak bertanggung jawab, yang tertarik untuk menyebarkan perselisihan dan masalah, serta memecah belah kita sebagai komunitas,” ujarnya sebagaimana dikutip Anadolu Agency, Rabu (8/8).
Tidak hanya itu, ia juga menyebut Uni Eropa siap untuk melanjutkan diskusi dengan OKI. Momen ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk berdiri bersama dan memperkuat upaya mempromosikan toleransi dan saling menghormati.
Tokoh atau kelompok Islamofobia telah berulang kali melakukan pembakaran Al-Qur’an dan upaya penodaan serupa di Eropa Utara, dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini jelas memicu kemarahan dari negara-negara Muslim dan dunia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








