Klub Tawanan Palestina melaporkan pada Senin (31/7), bahwa tawanan Palestina, Asaf Zahran (47) dari Tulkarem, menderita stroke. Akibatnya, dia dipindahkan dari penjara “Ramon” ke rumah sakit “Soroka” Israel. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya.
Dalam keterangannya, Klub Tawanan membenarkan bahwa Zahran adalah salah satu tawanan sakit yang menderita diabetes kronis dan hipertensi. Selama beberapa tahun terakhir, ia menghadapi kelalaian medis, dan baru-baru ini, kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Klub Tawanan menunjukkan bahwa Zahran telah ditahan sejak 2005 dan dijatuhi hukuman lima kali penjara seumur hidup ditambah 22 tahun. Sebelum penahanannya yang dimulai pada tahun 2005, dia sudah pernah ditangkap dan menghabiskan waktu sekitar sembilan tahun di penjara. Selain itu, dia juga menghadapi penganiayaan selama sekitar dua tahun sebelum penangkapannya.
Klub Tawanan menganggap Layanan Penjara Israel bertanggung jawab penuh atas kehidupan dan nasib Asaf Zahran dan semua tawanan sakit yang menjadi korban kelalaian medis Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








