Dua tawanan perempuan Palestina telah melakukan aksi mogok makan sebagai protes terhadap pemindahan mereka ke bagian penjara yang lebih keras dan kondisi penjara yang buruk.
Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina hari Senin (24/7) telah menyeru otoritas zionis Israel atas tindakan hukuman kolektif. Mereka juga mengecam tindakan sewenang-wenang yang diberlakukan oleh Layanan Penjara Israel (IPS) terhadap tawanan Palestina.
Komisi tersebut juga memperingatkan administrasi penjara Israel agar tidak memindahkan tawanan perempuan, Fatima Shahin (33) dan Itaf Jaradat (51) tahun. Israel berencana memindahkan dua tawanan perempuan tersebut ke bagian penjara yang lebih keras yang bisa membahayakan nyawa mereka.
“Administrasi penjara sangat menyadari bahaya pemindahan dua tawanan perempuan ke bagian tawanan pidana. Hal tersebut karena tawanan yang ditahan di bagian ini memiliki preseden kriminal dan perilaku berbahaya,” katanya.
Selain itu, pernyataan tersebut mengecam pemindahan tersebut sebagai “kejahatan tidak bermoral dan tidak manusiawi”. Mereka mengatakan pemindahan itu bertujuan untuk melemahkan tawanan perempuan Palestina, yang sudah melakukan mogok makan di hari ketiga.
Shahin awalnya dipenjara sebagai tahanan kriminal. Tuduhan tersebut dijatuhkan meskipun ia menderita luka di bahu dan kakinya. Dia ditahan di Pos Pemeriksaan Al-Jalama, dekat permukiman ilegal Gush Etzion, tegas Direktur Pusat Studi Tawanan Palestina dan Mantan Tawanan, Riyad Al-Ashqar.
Menyusul protes dengan tawanan lainnya, dia dipindahkan ke klinik Penjara Ramleh, kemudian ke Penjara Damon untuk tinggal bersama tawanan perempuan lainnya. Namun, dia dipindahkan kembali ke bagian pidana bersama Jaradat setelah dirawat di klinik Ramleh.
Al-Ashqar menuduh Israel menyiksa tawanan perempuan secara psikologis dan menuntut Israel untuk membebaskan mereka. Sejak 1967, Israel telah menahan lebih dari 17.000 perempuan Palestina, termasuk 34 yang masih ditahan di penjara – sebagian besar dalam kondisi yang keras di Penjara Damon.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








