Pasukan Israel membunuh tiga warga Palestina pada Selasa pagi (25/7) di kota Nablus Tepi Barat, kementerian kesehatan Palestina mengumumkan. Tentara Israel juga telah mengkonfirmasi pembunuhan tersebut. Mereka menuduh bahwa tiga orang Palestina itu melepaskan tembakan ke arah tentara di dekat permukiman Israel di Gunung Gerizim, di sekitar Nablus.
Menurut sumber berita Palestina, Arab48, ambulans Israel datang ke tempat kejadian dan membawa pergi ketiga jenazah tersebut. Sementara itu, ambulans Palestina dihentikan oleh pasukan Israel untuk menjangkau ketiga korban – Noureddine Tayseer Al-Ardah, (32), Montaser Bahjat Ali Salameh (33), and Saad Maher Al-Kharraz (43).
Menurut keterangan saksi mata, tentara Israel menembaki kendaraan yang ditumpangi ketiga orang Palestina itu dengan hujan peluru selama hampir sepuluh menit. Tentara Israel menuduh bahwa terjadi baku tembak antara kedua belah pihak dan, setelah penggeledahan kendaraan, mereka menemukan senjata.

Saksi mata Palestina, bagaimanapun, mengatakan bahwa pasukan Israel “menyergap” kendaraan itu dan terus “membunuh” para pemuda itu. Setelah itu, pasukan Israel melanjutkan untuk menggeledah sejumlah rumah dan toko Palestina di sekitar lokasi penembakan dan, menurut laporan dari Arab48, menyita rekaman CCTV. Masih belum jelas apakah kamera itu merekam baku tembak Israel.
Militer Israel, yang jarang menyelidiki pembunuhan warga Palestina oleh pasukannya, telah dikritik oleh kelompok HAM karena aturan “tembak-mati” mereka. Aturan tersebut tetap dilakukan bahkan bagi warga Palestina yang tidak menimbulkan bahaya bagi tentara.
Sebuah laporan pada tahun 2022 oleh kelompok hak asasi Israel Yesh Din menemukan bahwa kurang dari satu persen tentara yang dituduh melukai warga Palestina antara tahun 2017-2021 didakwa melakukan kejahatan. Otoritas penegak hukum militer “secara sistematis menghindari penyelidikan dan penuntutan tentara yang merugikan warga Palestina,” kata kelompok itu.
Sedikitnya 200 warga Palestina telah tewas oleh tembakan Israel tahun ini, termasuk 34 anak-anak – rata-rata hampir satu kematian per hari. Sebanyak 163 orang tewas di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, sementara 36 orang lainnya tewas di Jalur Gaza.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








