OKI mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu (23/7) yang mengecam keras pembakaran salinan Al-Quran oleh kelompok ekstrimis sayap kanan yang disebut Danske Patrioter, atau Patriot Denmark, di luar Kedutaan Besar Irak di Kopenhagen pada hari Jumat (21/7). “Kami mengutuk dengan sekeras mungkin aksi penistaan Al-Quran secara publik di Denmark kemarin. Pembelaan dan kelambanan yang berkelanjutan terhadap tindakan Islamofobia ini, atas nama kebebasan berekspresi, jelas mendorong impunitas,” kata Kantor OKI di Jenewa lewat akun Twitter-nya, Sabtu (22/7), dikutip Anadolu Agency.
Insiden tersebut hanyalah yang terbaru dari rentetan insiden di Denmark dan Swedia yang memicu badai diplomatik, yang kini mengancam hubungan negara-negara Nordik dengan dunia Muslim. Dalam pengumumannya, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga telah menangguhkan status Utusan Khusus Swedia dengan organisasi tersebut. Organisasi yang terdiri dari 57 negara mayoritas Muslim tersebut mengatakan bahwa penangguhan tersebut karena “pemberian izin oleh otoritas Swedia yang memungkinkan penyalahgunaan berulang terhadap kesucian Al-Quran dan simbol-simbol Islam.”
Sekretaris Jenderal Hissein Brahim Taha menyoroti bahwa pembakaran Al-Quran dan tindakan lain terhadap tokoh dan simbol Islam bukanlah “insiden Islamofobia biasa.” Dia mendesak masyarakat internasional untuk segera menerapkan hukum internasional, yang jelas melarang advokasi kebencian agama. Dia menekankan pentingnya mematuhi resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang baru-baru ini diadopsi, yang membahas masalah “memerangi kebencian agama yang memicu diskriminasi, permusuhan, atau kekerasan.”
Sekretariat Jenderal sedang mempersiapkan pertemuan darurat Dewan Menteri Luar Negeri sesegera mungkin untuk membahas lebih lanjut masalah ini dan membuat keputusan yang tepat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








