Meski sudah lewat lebih dari sepekan, fase di Arafah dan Mina masih menyisakan cerita duka. Tiga anggota jemaah haji Indonesia hilang selama 10 hari lebih, dan hingga Senin (10/7/) masih dalam proses pencarian di Makkah dan sekitarnya. Seiring dengan tergolong lamanya masa pencarian dan belum berbuah hasil, tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi segera melaporkan kehilangan tiga orang ini ke Kepolisian Arab Saudi.
Ketiga anggota jemaah yang hilang itu ialah Suharja Wardi Ardi (69 tahun) dari Kelompok Terbang (Kloter) KJT (Kertajati) 10, Idun Rohim Zen (87 tahun) dari Kloter PLM (Palembang) 20, dan Niron Sunar Suna (77 tahun) dari Kloter SUB (Surabaya) 65. Mereka dilaporkan hilang dalam waktu dan sebab yang berbeda, tetapi masih dalam rangkaian puncak ibadah haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).
Kronologi Jemaah Hilang
Ketua Kloter 20 Embarkasi Palembang Maytizah Husna menjelaskan, Idun terakhir kali meminta izin kepada dirinya untuk ke toilet pada 27 Juni 2023, sekitar pukul 15.30 Waktu Arab Saudi (WAS), atau sore hari di tengah masa wukuf di Arafah. Sejak itu pula Idun belum kembali bersama kloternya. Sedianya, Idun bersama rombongannya pulang dari Tanah Suci pada 29 Juli.
Suharja, dalam laporan Ketua Sektor 2 Makkah Deni Rusli, disebutkan menghilang sejak wukuf di Arafah pada Selasa (27/6). Menurut Deni, Suharja bersama istri keluar tenda untuk buang hajat di toilet dan mengambil wudu. Selesai dari toilet, Suharja terpisah dari istrinya dan belum kembali ke tenda semula. Keberadaan Suharja tak diketahui hingga Minggu (9/7/2023).
Ketua Kloter KJT 10 Cece Moh Ihya menerima laporan kehilangan Suharja setelah selesai wukuf di Arafah. “Pak Suharja lebih dulu, lalu istrinya masuk. Saat istrinya keluar, suaminya sudah tidak ada,” kata Cece, Sabtu (8/7). Petugas pun saat itu langsung melakukan pencarian di area maktab sembari berkoordinasi dengan petugas-petugas terkait.
Berbeda dari Idun dan Suharja yang hilang di Arafah, Niron terpisah dari rombongannya ketika berada di Mina pada tanggal 29 Juni 2023 (11 Dzulhijjah). Kala itu Niron beserta rombongan KBIH Nurul Haramain melaksanakan lontar jumrah hari kedua yang dilaksanakan setelah subuh. Sebenarnya jadwal mereka lontar jumrah adalah pada sore hari pukul 17.30 waktu setempat.
Menurut Hartono Sunayar, Ketua Kloter SUB 65, dalam perjalanan dari Mina ke Jamarat, Niron masih berkumpul dengan rombongannya. Namun, sepulang ke Mina, Niron tak kunjung pulang ke tenda sampai sore hari, sang istri pun melapor kepada Hartono selaku Ketua Kloter. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Seksi Layanan Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi di Mina.
Hartono mengaku, sejak itu pula proses pencarian terus pihaknya lakukan dengan berkoordinasi ke Sektor 7, PPIH Embarkasi SUB, bahkan ke PPIH Daerah Kerja Makkah. Pada Rabu (5/7) terdapat informasi penemuan barang-barang Niron, seperti tas, paspor, kalung identitas, dan baju. ”Setelah dicek, benar barang-barang itu milik Pak Niron. Yang bersangkutan sampai tanggal 8 Juli belum ditemukan,” kata Hartono.
Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Haji (Kabid Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Harun Al Rasyid mengaku ia bersama tim terus melakukan pencarian kepada tiga jamaah yang hilang. Beberapa rumah sakit di Kota Mekkah juga ditelusuri, antara lain RS Abdul Malik Azis dan MMC Mekkah. Tim Perlindungan Jemaah mengecek data jemaah haji Indonesia yang sedang dirawat, juga di kamar jenazah.
Sebetulnya laporan jamaah hilang bukan hanya tiga orang. Hanya saja, jamaah-jamaah lain itu berhasil ditemukan, baik dalam keadaan sehat maupun sedang rawat inap di rumah sakit atau bahkan sudah ada di kamar jenazah. ”Tetapi, terkait tiga nama yang ada di daftar, belum ada titik terang,” ujar Harun.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








