
Pada tanggal ini lima tahun lalu (1/6), seorang penembak jitu Israel membunuh paramedis Palestina berusia 21 tahun, Razan al-Najjar, yang menjadi sukarelawan di perbatasan Gaza untuk membantu para pengunjuk rasa Palestina yang terluka oleh pasukan pendudukan Israel selama Pawai Kepulangan Akbar. Dalam wawancara sebelumnya, Razan berkata, “Saya meminta dunia untuk menyaksikan mengapa pasukan Israel menargetkan kami. Kami tidak melakukan apa-apa. Kami hanya menyelamatkan orang yang terluka dan menyembuhkan luka mereka.” (Qudsnen)

Kelompok hak digital 7amleh menemukan bahwa tweet bahasa Ibrani yang menghasut turut berkontribusi pada serangan pogrom Israel di kota Hawara Palestina awal tahun ini (1/6), dengan 15.250 tweet yang menggunakan tagar ‘Hawara’ dan ‘Wipe Out Hawara’ dalam tiga bulan pertama tahun 2023. (WAFA, The New Arab)

Pasukan pendudukan Israel menahan dua aktivis internasional yang mengambil bagian dalam sebuah acara solidaritas dengan penduduk wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron (3/6). Pasukan pendudukan Israel menghentikan pekerjaan di jalan Carmel-Tawana, yang melayani penduduk Carmel dan Tawana di Masafer Yatta. Sementara itu, pemukim melepaskan ternak mereka untuk merumput di pertanian Palestina, merusak tanaman di lahan Palestina. (MEMO, +972 Magazine)

Suasana meriah di sebuah pasar hewan di Kota Rafah, Gaza menjelang liburan Hari Raya Iduladha (foto: Hasan Asleh)

Penduduk Desa Badui al-Araqib, di Gurun al-Naqab, Palestina yang diduduki tahun 1948 mengadakan aksi untuk memprotes penghancuran desa mereka oleh Israel (4/6). Israel telah menghancurkan Desa Badui tersebut sekitar 212 kali sejak 2010. Setiap kali desa dihancurkan dengan dalih konstruksi ilegal, penduduk Palestina kembali ke tanah dan membangun kembali rumah mereka sebagai penolakan yang jelas terhadap upaya Israel untuk mengusir mereka dari tanah tempat mereka tinggal selama beberapa dekade. (WAFA, QNN)

Mohammad Haitham Ibrahim Tamimi, balita Palestina berusia 2,5 tahun meninggal pada Senin (5/6) setelah pasukan Israel menembak kepalanya dengan peluru tajam minggu lalu (1/6) di luar rumah mereka di Desa Nabi Saleh, Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. Dokter berencana untuk mengangkat peluru yang bersarang di kepala Mohammad melalui pembedahan, tetapi tidak dapat melakukan prosedur karena kondisinya yang serius. Mohammad dinyatakan meninggal empat hari setelah dia ditembak. (DCI-P, Al-Jazeera, WAFA)

Lebih dari 87.000 siswa sekolah menengah Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza memulai ujian akhir matrikulasi mereka yang dikenal sebagai tawjihi (7/6). Ujian ini memungkinkan mereka melanjutkan ke pendidikan tinggi. (WAFA)

Setidaknya enam orang dirawat di rumah sakit, tiga mengalami luka tembak, selama serangan tentara Israel ke Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. Pada Rabu malam (7/6) Israel hendak memberlakukan hukuman kolektif dengan menghancurkan rumah keluarga Islam Froukh. Sementara itu ratusan warga Palestina berkumpul untuk memprotes pembongkaran tersebut. Penghancuran bangunan empat lantai itu selesai pada Kamis (8/6). (WAFA, Al-Jazeera, Washington Post)

Pasukan Pendudukan Israel menangkap Layan Kayed, mahasiswa pascasarjana Universitas Birzeit, setelah menggerebek dan merusak bagian dalam rumahnya di kota Ramallah (7/6). Barang-barang pribadi Layan, seperti laptop dan ponsel, juga disita. Pengadilan militer memperpanjang penahanannya selama delapan hari tambahan tanpa akses ke pengacara. (Addameer)

Israel menembak wartawan Palestina Momen Samreen di kepalanya saat meliput serangan militer Israel di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki (8/6). Israel terus melakukan kekerasan terhadap pekerja pers untuk menghalangi mereka menyampaikan berita kepada dunia (Palestine Chronicle/ The New Arab)

Dengan gembira, anak-anak sekolah Palestina di Gaza, didampingi oleh orang tua mereka yang bangga, merayakan pencapaian mereka di akhir tahun ajaran 2022/2023 (8/6). Mereka juga menerima ijazah yang layak mereka dapatkan. (QNN)

Ribuan Jemaah Palestina menghadiri salat Jumat di Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds yang diduduki (9/6). Mereka berjanji untuk melindungi tempat suci dari pelanggaran yang dilakukan Israel. (Al-Qastal)

Musim panen buah persik dimulai di Gaza (Palinfo)

Pasukan Israel menangkap tujuh warga Palestina pada Sabtu malam (10/6) dan Minggu pagi (11/6). Tiga orang ditangkap setelah Israel menggerebek dan menggeledah beberapa rumah di Yabad. Satu orang ditangkap di Nablus ketika sedang melewati pos pemeriksaan, sementara tiga lainnya ditangkap di Desa Husan dan Issawiya (The New Arab)

Menurut WFP, 64% penduduk Gaza menderita kerawanan pangan. Namun, WFP mengumumkan bahwa 200.000 orang yang menerima bantuan pangan di Palestina “tidak akan lagi menerima bantuan pangan karena kekurangan dana yang parah.” Perkembangan ini sangat menghancurkan ribuan keluarga di Gaza yang tidak memiliki sumber pekerjaan yang konsisten. (Mondoweiss)

Sebanyak 900 warga Gaza yang masuk dalam gelombang pertama jemaah haji Palestina meninggalkan Jalur Gaza pada Senin (12/6) untuk menunaikan ibadah haji di Makkah. Perjalanan dari Jalur Gaza ke Makkah dimulai dari perlintasan darat Rafah, melewati bandara Kairo, dan dari sana menuju Bandara King Abdulaziz bin Saud di Jeddah, lalu ke Makkah. (Al Jazeera, QNN)

Faris Abdel-Menem Hashash, 19, meninggal setelah menderita luka tembak di dada, perut, dan tubuh bagian bawah. Israel menembaknya di di kamp pengungsi Balata (13/6) ketika pasukan besar Israel menyerbu dan menggerebek kamp pada Selasa sore. (MEE)

Jaafar Bakr, seorang nelayan Palestina, ditembak oleh Angkatan Laut Israel ketika sedang memancing di lepas pantai (13/6). Tembakan tersebut melukainya dan merusak kapalnya. (Days of Palestine)

Kamis (15/6), pasukan Israel membunuh seorang pria Palestina, melukai lebih dari 300 lainnya, dan meledakkan sebuah rumah dalam serangan militer besar-besaran di kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki. (MEE)

Aktivis solidaritas berkumpul di luar rumah pasangan lansia, keluarga Sub Laban, di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki (16/6). Mereka memprotes keputusan Israel yang hendak mengusir paksa keluarga Palestina dari rumah mereka dan menyerahkannya kepada pemukim ilegal Israel. (Al-Bawaba)

Anak-anak Gaza menghafal Al-Quran untuk mengisi waktu libur musim panas mereka. (QNN)

Pemerintah Israel memberikan persetujuan atas perencanaan permukiman di Tepi Barat yang diduduki dan mencabut birokrasi pada proses persetujuan untuk membangun permukiman (18/6). Hal ini memuluskan Langkah Israel untuk memperluas permukiman ilegalnya di tanah Palestina. (AP News)
![Palestinian elementary students take a class at Jubbu Zaib Elementary school, which is under threat of demolition by Israeli authorities [Issam Rimawi - Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/07/palestinian-elementary-students-take-a-class-at-ju.jpeg)
Pengadilan Israel mengeluarkan keputusan untuk menghancurkan Sekolah Dasar Umm Qasaa di Badia Yatta, selatan kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki (18/6). Ini mengakibatkan 58 siswa laki-laki dan perempuan Palestina dari kelas satu sampai kelas empat sekolah dasar tidak dapat bersekolah. (MEMO, WAFA)

Israel menggunakan helikopter tempur Apache untuk menyerang Tepi Barat yang diduduki (19/6). Serangan udara ini adalah yang pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun, menewaskan sedikitnya lima warga Palestina dan melukai 91 lainnya. (MEE, WAFA, Al-Jazeera, MEMO)

Ratusan pelayat mengambil bagian dalam prosesi pemakaman tiga dari lima warga Palestina yang dibunuh oleh Israel selama serangan brutal pada Senin (19/6) di Jenin. (Al-Jazeera)

Pemukim kolonial Israel mengobrak-abrik desa-desa Palestina di Tepi Barat, seperti Luban al-Sharqiya, Huwara, Beit Furik, dan Burin pada Selasa malam (20/6), melempar batu, membakar mobil dan ladang, merusak rumah dan properti, serta meneror penduduk Palestina sebagaimana pogrom yang terjadi pada awal tahun ini. (MEMO, MEE, The Guardian, Times of Israel)

Pengungsi Palestina memegang spanduk dalam bahasa Arab bertuliskan “Hak untuk kembali (RoR) telah ditetapkan,” dan mengibarkan bendera Palestina saat aksi damai memperingati Hari Pengungsi Sedunia (20/6) di depan kantor UNRWA di Beirut, Lebanon. Israel terus menolak RoR yang dimiliki pengungsi Palestina, melakukan fragmentasi, mengontrol administrasi, dan menerapkan politik apartheid terhadap orang Palestina. (OHCHR/AP/Hassan Ammar)

Teman-teman sekolah Sadeel Ghassan Naghniyeh Turkman (15) mengantar jenazah Sadeel. Gadis Palestina itu meninggal pada Rabu (21/6) karena luka-lukanya setelah ditembak kepalanya selama serangan Israel di Jenin. (MEMO, MEE,QNN)

Pemukim kolonial, di bawah perlindungan tantara Israel, melancarkan serangan pembakaran di Turmus ‘Ayya, timur laut Ramallah (21/6). Lebih dari 60 kendaraan dan 30 rumah dibakar, sementara puluhan warga Palestina ditembak oleh pemukim dan mengalami luka. (MEE, Al-Jazeera, Arab News)

Israel meledakkan rumah keluarga tawanan Kamal Jouri di Nablus (22/6) sebagai hukuman kolektif. Pasukan Israel menyerbu lingkungan Nablus dan mengevakuasi dua bangunan di sekitar rumah Jouri sebelum meledakkannya beberapa jam kemudian. Bulan Sabit Merah mengatakan pihaknya menangani 165 kasus lemas akibat gas beracun yang ditembakkan oleh tantara Israel. (WAFA)

Sebuah artikel di Haaretz pada Jumat (23/6) mengungkap dokumen mengenai perampasan Desa Aqraba milik Palestina untuk dijadikan permukiman Gitit untuk Yahudi. Israel juga menyebarkan bahan kimia beracun yang mematikan untuk memaksa warga Palestina pergi dari tanah mereka. (Haaretz, MEMO, Mondoweiss)

Para pemuda Palestina mempertahankan Desa Umm Safa dari serangan pasukan Israel dan pemukim kolonial (24/6). Pemukim Israel menembaki wartawan dan rumah-rumah, serta menyerang ambulans. Seekor kuda dilaporkan tewas dan beberapa rumah sebagian terbakar dalam serangan tersebut. (WAFA, New Arab)

Aktivis BDS berunjuk rasa di luar toko utama PUMA di London (25/6), menuntut PUMA mengakhiri sponsornya dari Asosiasi Sepak Bola Israel, yang menjalankan tim sepak bola di tanah Palestina yang dirampas. Aksi serupa juga dilakukan di beberapa tempat lainnya, seperti Malaysia, Irlandia, dan Jepang. (BDS Movement)

Pemukim Israel menggantung poster menyerukan genosida terhadap warga Palestina di banyak pos pemeriksaan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki. (AFP)

Siswa sekolah menengah perempuan Palestina di Gaza, merayakan berakhirnya ujian matrikulasi sekolah menengah umum Tawjihi nasional (26/6). Ujian tawjihi merupakan ujian nasional untuk melanjutkan jenjang Pendidikan ke universitas. (QNN/Foto: Atiya Darwish)

Anak Palestina berusia 5 tahun, Khaled Malalheh, kehilangan satu matanya setelah ditembak oleh pasukan pendudukan Israel dengan peluru baja berlapis karet saat berada di dalam kendaraan ayahnya di dekat Desa Bazariya, barat laut Ramallah (26/6). (Palinfo)

Warga Palestina di Kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki membuat Ma’amoul (kue mentega berisi pasta kurma) untuk menyambut Iduladha . Ritual membuat, memakan, dan membagikan ma’amoul selama hari raya keagamaan adalah simbol kesinambungan dan komunitas di seluruh Timur Tengah. (QNN)

Warga Palestina berbuka puasa bersama di halaman Masjid Al-Aqsa, Al-Quds (Yerusalem) pada hari Arafah, 9 Zulhijjah 1444 H atau 27 Juni 2023. (Al-Qastal)

Ribuan jemaah menghadiri salat Iduladha dan khotbah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki (28/7). Dalam momen Iduladha, keluarga Palestina berkumpul untuk merayakan dengan menyembelih kurban, bersantap hidangan khas Iduladha, dan berziarah kubur mendoakan keluarga yang telah meninggal. (Al-Qastal, MEMO, Al-Jazeera)

Para pemukim Israel membakar lebih dari 10 dunum tanah yang ditanami gandum, jelai, dan pohon zaitun, menghancurkan lahan pertanian milik warga lokal Palestina di Desa at-Tuwani, Masafer Yatta di selatan Hebron (30/6). Pemukim juga membiarkan domba mereka merumput di tanah yang ditanami dan merusak properti penduduk. Warga bergegas ke tempat kejadian dan menghalau pemukim untuk berbuat lebih jauh lagi. (WAFA)
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








