Jet tempur Israel telah menyerang Jalur Gaza sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan setelah Israel mengakhiri serangan besar-besaran di Jenin, Tepi Barat. Serangan Israel telah menghantam fasilitas pembuatan senjata bawah tanah milik Gerakan Perjuangan Islam Palestina pada Rabu (5/7). Tidak ada korban yang dilaporkan dari serangan terbaru tersebut.
Serangan tersebut terjadi setelah Israel mengatakan telah menembak jatuh lima roket yang ditembakkan ke Israel selatan dari Jalur Gaza. Sementara itu, tentara Israel mengatakan pada Rabu bahwa pasukannya telah ditarik dari Jenin untuk mengakhiri serangan darat dan udara berskala bssar selama dua hari yang menewaskan setidaknya 12 warga Palestina dan melukai lebih dari 100 lainnya.
Warga yang terpaksa mengungsi dari kamp pengungsi Jenin mulai kembali pada Rabu malam untuk memeriksa rumah dan harta benda mereka yang sebenarnya telah hancur. Sementara itu, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PCRS) mengatakan bahwa mereka telah mengevakuasi 500 keluarga dari kamp, dengan total sekitar 3.000 orang.
Kamp pengungsi Jenin menampung ribuan orang Palestina yang merupakan keturunan dari orang-orang yang diusir ketika Zionis mendirikan “Negara Israel” pada 1948. Israel mengklaim serangan mereka terhadap Jenin, yang dimulai pada Senin, ditujukan untuk para militan di Jenin. Akan tetapi, berbanding terbalik dari pernyataan tersebut, kelompok relawan mengatakan bahwa mereka telah merawat orang-orang yang terluka dari segala usia.
Serangan Israel terhadap Jenin menuai kecaman dari berbagai negara seperti Iran, Mesir, Yordania, dan Liga Arab. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan “keprihatinan yang mendalam” tentang serangan terhadap Jenin dan akan mengadakan pertemuan pada Jumat untuk membahasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







