Penduduk Palestina di Jenin terbangun dengan pemandangan kehancuran di seluruh penjuru kota setelah pasukan Israel mengakhiri agresi udara dan darat setelah 48 jam. Ribuan orang yang terpaksa mengungsi selama pertempuran telah kembali untuk memeriksa kerusakan, massa juga telah bergabung dalam prosesi pemakaman para remaja dan pemuda yang dibunuh oleh tentara Israel sejak hari Senin.
Kementerian kesehatan Palestina mengatakan, hingga Rabu malam (5/7) ada 12 orang, termasuk lima anak-anak, yang tewas dalam serangan dua hari oleh pasukan Israel. Sedikitnya 120 warga menderita luka-luka, dengan 20 di antaranya masih berada dalam kondisi kritis. Para korban yang tewas diidentifikasi sebagai :
- Moustafa Emad Qaseim, 16
- Nour Eddin Husam Marshoud, 16
- Majdi Ararawi, 17
- Ali Hani al-Ghoul, 17
- Abdel-Rahman Saabana, 17
- Husam Mohammad Abu Deibeh, 18
- Aws Hani Hanoun, 19
- Sameeh Firas Abu al-Wafa, 20
- Jawad Neirat, 20
- Ahmad Mohammad Amer, 21
- Odai Ibrahim Khamaiseh, 22
- Mohammad Muhannad al-Shami, 23
Pada Selasa (4/7), pemerintah Kota Jenin mengumumkan dalam pernyataan singkat bahwa kendaraan militer Israel juga telah menghancurkan saluran air utama di kamp dan sekitarnya. Tentara Israel mencegah petugas kotamadya untuk bekerja di tempat-tempat yang terkena dampak atau menjangkau lokasi untuk menilai kerusakan.
Kerusakan tidak terbatas hanya pada jalan, jaringan air, dan listrik, tetapi meluas ke rumah-rumah, bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan tempat ibadah. Masjid Tawalbeh yang berada di tengah kamp dilaporkan rusak parah akibat pengeboman. Jendelanya pecah dan pintunya rusak. Gereja Latin di Jenin juga rusak akibat serangan tersebut. “Kota Jenin menghadapi agresi Israel yang belum pernah sebelumnya, menargetkan rakyat dan juga laga,” kata Uskup Pierbattista Pizzaballa.
Saat operasi berakhir, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi semacam itu bukanlah serangan yang terakhir. Sementara itu, Vanessa Huguenin, juru bicara kantor kemanusiaan PBB, mengatakan: “Kami khawatir dengan skala operasi udara dan darat yang terjadi di Jenin di Tepi Barat, dan serangan udara yang menghantam kamp pengungsi padat penduduk.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








