Kementerian Kesehatan mengonfirmasi dua korban yang tewas dalam semalam akibat tembakan tentara Israel di Jenin, meningkatkan total kematian dalam dua hari serangan Israel menjadi 10 orang. Selain itu, ribuan warga sipil Palestina juga dipaksa oleh tentara Israel untuk meninggalkan rumah mereka di kamp pengungsi Jenin sehingga mereka terpaksa berlindung di tempat lain.
Direktur Rumah Sakit Pemerintah Jenin, Wisam Bakr, mengatakan bahwa Mustafa Nidal Qassem, 17, tewas akibat tembakan tentara Israel setelah dia dibawa dalam kondisi terluka sehari sebelumnya. Bulan Sabit Merah mengatakan jenazah warga Palestina lainnya ditemukan pada pagi hari di ladang yang tampaknya menjadi lokasi penembakan pada malam hari oleh tentara.
Delapan warga Palestina yang berusia antara 16 dan 23 tahun telah dilaporkan tewas pada Senin (3/7) dan lebih dari 100 orang terluka, termasuk 20 korban luka yang dalam kondisi kritis, ketika ratusan tentara Israel yang didukung oleh pesawat tempur, drone, dan tank menyerang Jenin. Sementara itu, tentara Israel pada malam harinya memaksa ribuan orang Palestina untuk mengungsi dari rumah mereka di kamp pengungsi Jenin dan pindah ke tempat lain di kota.
Penduduk mengatakan tentara menyerbu masuk ke rumah mereka dan menyuruh mereka meninggalkan kamp karena mereka akan menembaki kamp. Seluruh keluarga, termasuk orang tua dan anak-anak, terlihat meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di rumah sakit terdekat atau di pusat lain yang disiapkan untuk mereka oleh pemerintah kota Jenin. Dalam beberapa kasus, tentara sengaja melemparkan granat gas air mata ke warga sipil yang melarikan diri, menyebabkan kepanikan dan tangisan di antara anak-anak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








