Uskup Agung Atallah Hanna, Pemimpin Ortodoks Yunani Sebastia di Al-Quds (Yerusalem), mengutuk keras penghinaan Al-Qur’an di Swedia, menekankan bahwa tindakan ini tidak dapat dianggap sebagai kebebasan berekspresi dengan cara apa pun.
Hanna mengatakan dalam sebuah pernyataan pers: “Kami menganggap apa yang terjadi bukan serangan terhadap Al-Qur’an dan umat Islam saja, melainkan serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, moral dan adab yang harus dimiliki setiap orang. Simbol agama itu suci, dan menghina agama tidak dapat dianggap sebagai kebebasan berekspresi.”
Hanna menyatakan kecamannya atas tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat diterima itu. Ia juga menyatakan bahwa tindakan individu semacam itu seharusnya tidak memengaruhi budaya cinta dan persaudaraan, terutama karena hal itu dilakukan oleh sekelompok kecil orang dipengaruhi oleh keterbelakangan, ekstremisme, kebencian, dan manifestasi negatif lainnya.
“Tindakan tersebut termasuk dalam kerangka praktik tidak manusiawi dan tidak beradab yang bertujuan untuk memicu perselisihan di dunia dan menyebarkan budaya kebencian di antara orang-orang. Oleh karena itu, kita harus menolaknya dan tidak boleh membiarkan pihak mana pun untuk menyebarkan budaya kebencian dan rasisme di masyarakat kita,” lanjutnya.
“Dunia kita memiliki agama yang berbeda dan banyak kepercayaan. Kami menuntut agar terjalin kerja sama di antara semuanya, termasuk dalam pelayanan kemanusiaan dan pelayanan masalah keadilan, terutama adalah perjuangan Palestina.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








