Komite Yerusalem dari Konferensi Rakyat Palestina di Luar Negeri mengatakan pada Rabu (21/6) bahwa Israel telah menggunakan aturan deportasi untuk mengosongkan Al-Quds (Yerusalem) dari simbol nasionalnya dengan tujuan untuk memfasilitasi permukiman Yahudi.
Menurut Quds Press, ini muncul dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah Israel mendeportasi Wakil Direktur Wakaf Muslim dan Urusan Al-Aqsa, Syekh Najeh Bakeerat dari Al-Quds selama enam bulan. “Segala upaya Zionis tidak akan berhasil menghentikan warga Palestina mempertahankan tempat suci umat Islam di Kota Al-Quds yang diberkahi,” kata pernyataan itu.
Komite Al-Quds (Yerusalem) menyerukan kepada semua kelompok ulama dan pemerintah untuk bekerja mempertahankan Al-Quds sebagai kota Arab, serta menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa. Komite, yang menyesali sikap diam Otoritas Palestina dan pemerintah Arab, menyerukan intervensi mendesak untuk mencegah deportasi Syekh Bakeerat dari Al-Quds. Pada saat yang sama, panitia meminta warga Palestina untuk menyelenggarakan protes terhadap deportasi Syekh Bakeerat.
Otoritas pendudukan Israel telah mengeluarkan perintah deportasi selama enam bulan yang dapat diperbarui terhadap Syekh Bakeerat, dan melarangnya bepergian ke luar negeri karena klaim Israel yang menyatakan bahwa Syekh Bakirat adalah seorang aktivis gerakan perlawanan Palestina. Sejak 2003, Syekh Bakeerat telah dideportasi dari Al-Aqsa belasan kali selama lebih dari tujuh tahun. “Pada 2019, saya bisa masuk ke masjid hanya selama satu minggu,” katanya sebelumnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








