Pasukan pendudukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Senin malam di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan memindahkan ratusan jamaah Palestina, termasuk petugas Wakaf Islam. Tentara Israel kemudian mengunci gerbang yang mengarah ke masjid dan mencegah akses bagi warga Palestina yang datang untuk salat malam dalam rangka menandai hari pertama Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender Islam, lapor kantor berita Wafa.
Setelah penggerebekan, jamaah wanita Palestina bergerak ke tangga di daerah Bab Al-Amoud (Gerbang Damaskus) Kota Tua, untuk memprotes sampai tentara memaksa mereka pergi. Menurut saksi mata setempat, tujuan penggerebekan itu adalah untuk mengosongkan kompleks jamaah Palestina agar pemukim Israel dapat menyerang situs suci Muslim tersebut.
Warga Palestina juga tidak diperbolehkan melaksanakan salat subuh di Al-Aqsa pagi ini dan memilih menggelarnya di gang-gang Kota Tua yang mengarah ke Al-Aqsa. Palestina menuding Israel secara sistematis bekerja untuk melakukan Yahudinisasi Al-Quds (Yerusalem) Timur, tempat Al-Aqsa berada, serta bermaksud melenyapkan identitas Arab dan Islamnya.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam dan dalam kesepakatan lama terdapat larangan bagi non-Muslim untuk beribadah di sana oleh. Namun, sejak 2003, Israel mengizinkan pemukim masuk ke kompleks itu hampir setiap hari.
Israel menduduki Al-Quds Timur selama Perang Arab-Israel 1967, kemudian menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








