Israel telah memberikan persetujuan awal untuk melakukan pengembangan ladang gas di Jalur Gaza pada Minggu (18/6), yang akan membutuhkan koordinasi keamanan dengan Otoritas Palestina (PA) dan Mesir. Jika mereka menyetujuinya, perjanjian itu disebutkan akan menjadi dorongan bagi ekonomi Palestina yang kekurangan uang, lapor Reuters.
Mengumumkan langkah terhadap proyek Kelautan Gaza tersebut, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kemajuan akan bergantung pada “kerja sama untuk kebutuhan keamanan dan diplomatik Israel”.
Sementara Mesir dan Israel telah memproduksi gas di Mediterania timur selama bertahun-tahun, lapangan Laut Gaza, sekitar 30 km (20 mil) di lepas pantai Gaza, tetap tidak pernah berkembang karena blokade dan agresi Israel, serta faktor ekonomi.
Laut Gaza diperkirakan memiliki lebih dari 1 triliun kaki kubik gas alam, jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk menggerakkan Wilayah Palestina, serta berpotensi untuk menaikkan ekspor. Otoritas Palestina tidak segera menanggapi komentar Israel.
“Kami sedang menunggu untuk mengetahui apa sebenarnya yang disepakati oleh Israel secara rinci. Kami tidak dapat mengambil posisi berdasarkan pernyataan media,” kata seorang pejabat Palestina kepada Reuters.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








