Kamis (15/6), Serikat pekerja Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Tepi Barat telah mengakhiri pemogokan mereka yang berlangsung selama empat bulan berturut-turut. Sejak serikat staf lokal Tepi Barat mengumumkan pemogokan pada 4 Maret, layanan penting bagi hampir 900.000 pengungsi Palestina di Tepi Barat telah ditangguhkan, anak-anak dikeluarkan dari sekolah, pasien rumah sakit juga dicegah mengakses layanan kesehatan dasar dan obat-obatan di pusat kesehatan Badan tersebut.
Ratusan ton limbah padat juga menumpuk di kamp-kamp pengungsian, menimbulkan risiko serius bagi kesehatan lingkungan masyarakat di kamp-kamp dan sekitarnya. Peneliti dan aktivis hak asasi manusia, Hassan al-Sayeda, telah memperingatkan krisis lingkungan dan kesehatan yang mengancam para pengungsi Palestina yang tinggal di dekat ibu kota Lebanon, Beirut, jika UNRWA tidak segera menangani pengumpulan sampah dan masalah pembuangan.
Al-Sayeda, yang bekerja di Asosiasi Palestina untuk Hak Asasi Manusia (Witness), mengatakan kepada Quds Press bahwa pengungsi Palestina memiliki hak untuk hidup di lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas dari penyakit. Ia menambahkan bahwa sudah merupakan kewajiban negara Lebanon untuk mematuhi tanggung jawabnya terhadap para pengungsi. Dia menekankan perlunya meningkatkan kerja sama antara negara, UNRWA, dan faksi-faksi Palestina, untuk memperkuat perjuangan rakyat Palestina di kamp-kamp pengungsian dan untuk mengamankan persyaratan minimum untuk kehidupan manusia yang layak.
Menurut perkiraan PBB, ada sekitar 200.000 pengungsi Palestina di Lebanon yang tinggal di 12 kamp pengungsi dan daerah pemukiman lainnya di negara tersebut. UNRWA mengatakan, kekurangan dana kronis selama bertahun-tahun telah menghabiskan sumber daya lembaga tersebut dan menyebabkan penurunan kualitas layanannya. Manajemen senior UNRWA telah lama memperingatkan masyarakat internasional tentang dampak kekurangan dana terhadap kesejahteraan pengungsi Palestina dan pegawai lembaga tersebut.
Awal bulan ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres juga telah memperingatkan bahwa UNRWA tengah berada di ambang kehancuran keuangan. Ia menyerukan negara-negara donor untuk memikul tanggung jawab mereka dan mendukung lembaga tersebut dalam memenuhi mandatnya terhadap pengungsi Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








