• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Kekerasan Pemukim Israel Meningkat, Penghuni Terakhir Terpaksa Meninggalkan Desa Ein Semia

by Adara Relief International
Juni 16, 2023
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Pemukim Israel Serang Sekolah di Dekat Nablus
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Para penghuni terakhir Desa Ein Semia dengan sangat berat hati memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka dan membiarkan desa itu kosong melompong. Pada 22 Mei 2023, sebanyak 27 keluarga mengemasi barang-barang sambil menghancurkan sisa-sisa bangunan tempat mereka tinggal. Mereka adalah kloter terakhir dari 200 penduduk yang sebelumnya mendiami desa itu selama berpuluh-puluh tahun.

Penduduk menjelaskan bahwa serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim Israel pada malam hari, yaitu memblokir jalan menuju desa, serta melemparkan batu ke rumah-rumah mereka, telah memaksa mereka untuk pergi. Menurut kesaksian Hazem Ka’abneh, salah seorang penduduk, sebagaimana dikutip dari laman +972 Magazine, selama lima hari itu, tidak ada penduduk yang dapat tidur dengan aman.

“Dalam lima hari terakhir, para pemukim Israel berkumpul hingga larut malam, kemudian menyerbu desa kami dengan melemparkan batu ke rumah dan properti kami. Hal itu sangat menakutkan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Tidak ada yang bisa tidur pada malam hari”. Katanya.

Ein Samia terletak di sebelah permukiman ilegal Yahudi, Kochav HaShachar dan berada di sebelah timur Tzir Alon, sebuah wilayah yang pemukim berusaha kuasai dalam beberapa tahun terakhir. Wilayah tersebut merupakan satu dari 180 desa Palestina di Area C Tepi Barat yang “tidak diakui” oleh Otoritas Israel, dan penduduknya tidak diberikan izin untuk melakukan pembangunan dan tidak diberi akses untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti air dan listrik.

Menurut Yesh Din, lembaga HAM Israel, selain karena pembatasan dalam berbagai hal oleh Israel, kekerasan pemukim telah menjadi fenomena yang menyusahkan di Tepi Barat, dan terus memburuk dari hari ke hari. Di Ein Samia – seperti daerah lain di tepi barat – penderitaan masyarakat Badui telah berlangsung selama beberapa dekade. Selama kurang lebih 60 tahun, masyarakat Badui bermukim dan menggarap lahan pertanian di sekitar Kafr Malik–kawasan yang disebut Ein Samia. Keluarga-keluarga ini pertama kali mengungsi pada 1960-an dan menggarap lahan tersebut sebagai mata pencaharian mereka.

Penduduk Ein Semia telah mengalami kesulitan dan pelecehan, tetapi kejadian baru-baru ini berubah menjadi menyeramkan. Pendirian ‘Micha Farm’, sebuah pos penggembalaan pemukim, menandai titik balik yang tidak hanya mengganggu kehidupan penduduk, tetapi juga memicu gelombang kekerasan. Dengan frekuensi yang semakin meningkat, pemukim bersenjata dan anjing penyerang menyerbu tanah mereka, mencuri ternak, merusak tanaman, dan menjadikan penduduk Palestina sebagai sasaran serangan fisik. Situasi ini menjadi tak tertahankan.

Sebanyak delapan pos pemukim telah dibangun di sekitar wilayah tersebut, dan sejak itu, serangan terhadap para penduduk mulai terjadi. Menurut berbagai kesaksian, para pemukim Israel dari pos-pos permukiman ini terlibat dalam puluhan insiden kekerasan dalam beberapa tahun terakhir, dan bertanggung jawab atas kenaikan kasus kekerasan di wilayah ini dan Tepi Barat.

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Sebelum para penduduk mengungsi ke wilayah sekitar permukiman tersebut, mereka terlebih dahulu tinggal di wilayah Kochav HaShachar yang kini menjadi tempat tinggal para pemukim Israel. Militer Israel memindahkan mereka dengan dalih untuk mendirikan pangkalan militer, tetapi yang terjadi kemudian adalah wilayah Palestina tersebut dijadikan permukiman bagi pemukim Israel. Selain itu, militer Israel juga menghancurkan sekolah anak-anak Palestina

B’Tselem, sebuah NGO Israel, telah mengamati dan mencatat kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap penduduk Palestina yang menunjukkan bahwa antara tahun 2019 dan 2023, tentara menghancurkan 18 bangunan di ‘Ein Samia, yang menyebabkan 41 orang kehilangan tempat tinggal, termasuk 18 anak-anak.

Kekerasan pemukim Israel telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan pembangunan permukiman baru. Mereka mendirikan karavan-karavan di empat bukit di daerah tersebut, dan menggembalakan ternak mereka sana. Pada saat yang sama, para pemukim mengusir penduduk Palestina dari tanah penggembalaannya dan mencegah mereka memperoleh penghasilan, sambil terus menyerang desa Palestina.

B’Tselem menanggapi kepergian penduduk Desa Ein Semia dengan menyatakan bahwa warga komunitas tersebut telah menderita kekerasan yang disebabkan oleh pasukan Israel selama bertahun-tahun. Bentuk kekerasan tersebut antara lain, yaitu: pembatasan terhadap pembangunan hunian dan infrastruktur, penghancuran hunian, serta kekerasan oleh pemukim yang sepenuhnya didukung oleh negara.

Strategi ini bertujuan untuk memberikan kendali lebih banyak kepada warga Israel atas tanah Palestina di sebagian besar wilayah Tepi Barat. Hal ini ilegal menurut hukum internasional, karena pengusiran para penduduk Palestina merupakan suatu bentuk kejahatan perang.

 

Yunda Kania Alfiani

Penulis merupakan Relawan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan

Referensi

‘I Left for My Children’ | West Bank Palestinian Village Residents Flee Amid Ongoing Israeli Settler Violence

Israel forcibly transfers the community of ‘Ein Samia

Under settler terror, Palestinians tear down and flee their village

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ArtikelPalestinaSerangan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Meneladani Nabi Ibrahim Melalui Ibadah Kurban

Next Post

Stunting Ancam Bonus Demografi Masa Depan Indonesia

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
24

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
115
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Stunting Ancam Bonus Demografi Masa Depan Indonesia

Stunting Ancam Bonus Demografi Masa Depan Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630