Ibu dari Mohammed Al-Tamimi, balita Palestina yang meninggal akibat tembakan tentara Israel, menyerukan keadilan bagi putranya (6/6) ketika dia menghadiri pemakaman anaknya di Tepi Barat. Berbaris dengan puluhan pelayat, Marwa Al-Tamimi menggendong jasad Mohammed, merengkuh wajahnya yang hanya sebesar telapak tangannya, kemudian membungkuk dan mencium keningnya untuk yang terakhir kali.
“Saya ingin keadilan untuk anak saya. Siapa pun yang menembak suami dan anak saya harus bertanggung jawab,” katanya. Ia mengatakan bahwa Mohammed hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi sebelum mencapai ulang tahunnya yang ketiga. Akan tetapi, pasukan Israel menembaknya pada Senin (5/5) hingga ia meninggal karena luka tembak yang parah di kepala. Penembakan tersebut terjadi saat Mohammed dan ayahnya berada di dalam mobil di dekat rumah mereka dan hendak berangkat untuk mengunjungi kerabat. Haitham Al-Tamimi, sang ayah, juga ditembak di bagian bahu.
“Ketika saya datang untuk memeriksa putra saya, saya memberitahu (tentara) bahwa putra saya terbunuh. Namun mereka justru mengatakan ‘mundur atau kami akan menembak!'” kata sang ibu, yang saat terjadi penembakan belum masuk ke dalam mobil. Dalam sebuah pernyataan setelah insiden itu, militer Israel mengatakan bahwa tentara saat itu sedang membalas tembakan seorang “penyerang” yang menargetkan serangan ke arah permukiman ilegal Yahudi.
Menurut kantor Defense for Children International – Palestine (DCIP), Mohammed Al-Tamimi adalah salah satu dari 27 anak di bawah umur Palestina yang tewas akibat serangan militer tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat dan Gaza sejak awal tahun 2023. Dalam jangka waktu yang sama, tiga anak di bawah umur Israel tewas, menurut data dari pihak Israel.
“Tanpa pertanggungjawaban, kejahatan Israel terhadap rakyat dan anak-anak kami akan terus berlanjut,” tulis Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, dalam sebuah tweet pada Selasa. Kantor AS untuk Urusan Palestina juga telah mendesak Israel “untuk mengevaluasi semua penggunaan kekuatan mematikan yang melibatkan korban sipil”. Mereka menyeru delegasi Uni Eropa untuk Palestina dan utusan PBB untuk memperjuangkan perdamaian Timur Tengah serta menuntut pertanggungjawaban Israel dengan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas kematian Al-Tamimi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








