Seorang balita Palestina berusia dua tahun yang ditembak kepalanya oleh tentara Israel meninggal karena luka-lukanya pada Senin (5/6). Sebelumnya, Muhammad Tamimi (2) dan ayahnya Haytham Tamimi ditembak oleh pasukan Israel di dekat Ramallah di Tepi Barat pada Kamis lalu.
Ayah dan anak itu sedang berada di dalam mobil yang diparkir di luar rumah mereka di Desa Nabi Saleh ketika mereka menjadi sasaran penembakan, menurut saksi mata. Haytham ditembak di bagian dada dan dibawa ke rumah sakit di Ramallah sementara Muhammad terluka parah akibat tembakan di kepala dan dievakuasi ke rumah sakit Israel. Muhammad tetap bertahan sejak penembakan dalam kondisi kritis hingga dia dinyatakan meninggal pada Senin pagi.
Militer Israel mengaku “tidak sengaja” menembak balita tersebut dan ayahnya,dean beralasan bahwa mereka mengira Haytham dan Muhammad adalah “pejuang Palestina”. Tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka saat itu sedang membalas tembakan ke sekelompok pejuang Palestina yang diduga menargetkan permukiman terdekat dengan tembakan langsung beberapa menit sebelumnya.
Namun, Basem Tamimi, seorang kerabat keluarga Muhammad dan Haytham yang juga seorang aktivis lokal, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Muhammad dan Haytham hanya diam di dalam mobil dan berniat akan pergi. Akan tetapi, begitu mobil mereka mulai bergerak, tentara Israel menembaki mereka. Rekaman amatir yang diambil oleh seorang warga kemudian menunjukkan ayah dan anak itu terluka parah di sebuah mobil yang diparkir di luar rumah mereka. “Pasukan Israel berada di dekat rumah dan menembakkan peluru tajam ke mobil,” kata Basem.
Nabi Saleh, sebuah desa kecil yang terletak di sebelah barat laut Ramallah, telah lama menjadi sorotan karena menjadi lokasi berbagai demonstrasi menentang pendudukan Israel di Tepi Barat. Oleh karena itu, desa tersebut berada di bawah tekanan berat dari pasukan Israel, yang secara teratur melakukan penggerebekan di daerah tersebut.
Menurut Basem, setidaknya 27 warga desa telah tewas sejak 1967, 400 menderita luka-luka sejak 2009, dan 400 lainnya ditangkap. Dia mengatakan penangkapan dan kekerasan adalah bagian dari agenda Israel “untuk menghancurkan harapan generasi ini”. Pasukan dan pemukim Israel telah menewaskan sedikitnya 119 warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds Timur tahun ini dan 34 lainnya di Jalur Gaza. Setidaknya lebih dari 25 anak Palestina telah terbunuh secara keseluruhan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








