Asosiasi Pemuda Pengungsi Palestina memperingati 75 tahun Nakba dengan mengunjungi Masafer Yatta di Tepi Barat selatan yang berisiko mengalami pengusiran paksa dan pemindahan paksa, menurut siaran pers ActionAid Palestine. Peringatan 75 tahun Nakba datang pada saat kritis peningkatan eskalasi militer Israel terhadap Jalur Gaza yang berlangsung selama lima hari dan mengakibatkan kematian setidaknya 33 warga Palestina, termasuk 3 wanita dan 6 anak-anak.
Setelah 75 tahun Nakba, warga Palestina terus menyaksikan Nakba melalui strategi Israel yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil, penangkapan anak-anak dan remaja, pemindahan paksa, penjarahan sumber daya alam, aneksasi, represi, penolakan tempat tinggal, segregasi, fragmentasi dan isolasi, penghancuran rumah, serta penerapan sistem perencanaan dan perizinan yang diskriminatif.
ActionAid Palestine mendukung mobilisasi pemuda ini untuk memimpin aksi solidaritas dan advokasi dengan warga Palestina lainnya yang berisiko mengungsi. Aksi tersebut juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat internasional tentang Nakba Palestina dan hak untuk kembali sesuai dengan resolusi internasional PBB 194. Selama kegiatan ini, pemuda Palestina menunjukkan keterampilan kepemimpinan karena para pemuda itu sendiri yang merancang dan mengimplementasikan inisiatif ini.
Para pemuda dari kamp pengungsian di daerah Bethlehem dan daerah lainnya berkumpul di pintu masuk kamp pengungsian Aida yang ditandai dengan kunci besar, simbol hak untuk kembali. Kemudian, mereka menuju Masafer Yatta untuk memulai aksi solidaritas dengan menanam pohon dan bertukar pengalaman tentang pengungsian.
Ketua Dewan Desa al-Tuwani di Masafer Yatta, Hafiz Herni, menyambut para pemuda dan berterima kasih atas solidaritas mereka. Ia mengatakan: “Terima kasih kepada pemuda pengungsi yang datang menanam pohon untuk memperkuat keberadaan dan keterhubungan kami dengan tanah ini. Tanah ini mewakili kehidupan, sejarah, impian, dan masa depan kami. Kunjungan solidaritas ini sangat berarti bagi kami karena kami awalnya adalah keluarga pengungsi yang mengungsi pada tahun 1948 dan kami datang ke Desa al-Tuwani di Masafer Yatta. Kami masih merasa bahwa Nakba masih berlangsung karena tanah kami terus menjadi sasaran.”
Munther Amirah, seorang aktivis pemuda pengungsi Palestina dari kamp pengungsi Aida, berkata, “Kami datang ke Masafer Yatta untuk berbagi tentang pengalaman pemindahan yang telah kami dan nenek moyang kami alami sejak 1948. Masafer Yatta mewakili Nakba yang lain.” Rayan Abu Sror, seorang wanita muda pengungsi dari kamp pengungsi Aida yang berpartisipasi dalam kunjungan solidaritas ini mengatakan, “Kunjungan ini adalah aksi solidaritas dan menanam pohon adalah salah satu cara perlawanan uuntuk mengungkapkan cinta Palestina ke tanah mereka, terutama dalam peringatan Nakba. Masafer Yatta adalah contoh Nakba yang sedang berlangsung saat menghadapi pemindahan paksa yang dihadapi nenek moyang kita pada tahun 1948.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








