Miral mendapati dirinya sendirian di ambulans, tidak menyadari nasib keluarganya. Dia terbangun oleh serangan udara yang menargetkan bangunan tempat tinggalnya di Gaza pada dini hari.
Gadis kecil itu bertanya kepada petugas medis yang menggendongnya, “Di mana ayahku?” Video yang viral di media sosial memperlihatkan dia menanyakan hal itu berulang kali. Anak tersebut tidak menyadari bahwa ambulans juga membawa jenazah anggota keluarga dan tetangganya. Wajah polos Miral telah menjadi simbol kehancuran yang berulang kali ditimpakan Israel pada anak-anak Gaza.
Gadis kecil berusia sepuluh tahun itu tertidur pada malam tanggal 8 Mei setelah dia dan keempat saudaranya mendengar kata-kata yang lembut dari orang tua mereka. Kata-kata pengantar tidur itu kemudian dihancurkan oleh Pasukan Pertahanan Israel yang membual tentang “pencapaian militer yang tepat”, sebuah alibi keji untuk menghancurkan sesama manusia sampai mati di tengah malam.
Bom yang dijatuhkan oleh pesawat tempur Israel merenggut nyawa Dr. Jamal Khuswan, istrinya yang juga apoteker terkenal, Mervet Banat, dan putra tertua mereka Yusef, seorang mahasiswa kedokteran tahun kedua. Miral dan saudara-saudaranya Minna (17), Yazan (15), dan Yamen (14), menjadi yatim piatu dan dibiarkan menanggung keterkejutan dan ketidakpercayaan selama sisa hidup mereka.
Miral tidak sendirian dalam menanyakan tentang ayahnya. Dr Khuswan, 52, adalah sosok yang dikenal masyarakat. Sejak lulus sebagai dokter gigi di Rusia, ia telah menjadi seorang profesional medis yang sangat dihormati, dikenal karena keterampilan khususnya, aktivitasnya di serikat pekerja, dan kerja kemanusiaannya yang tak kenal lelah. Penduduk setempat memujinya karena telah menyumbangkan jasanya secara gratis selama bertahun-tahun, dengan senyum dan kehangatan untuk orang-orang di sekitarnya.
Ayah Miral adalah Ketua Dewan Direksi Rumah Sakit al-Wafa, yang menyediakan layanan kesehatan ekstensif untuk masyarakat di Jalur Gaza yang terkepung. Rekan-rekannya memilihnya sebagai ketua serikat dokter gigi, dan dia memberikan banyak kontribusi untuk memelihara generasi baru dokter Palestina. Penghormatan ditulis dengan sangat sedih di media sosial. Nama Dr. Jamal dan apoteker Mervat telah ditambahkan ke dalam daftar panjang profesional medis, ilmuwan, dan akademisi yang dibunuh oleh Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








