Seorang perempuan Israel ditembak mati di sebuah pos pemeriksaan di Tepi Barat pada Selasa (9/5) setelah berlari ke arah seorang tentara dan meneriakkan “Allahu Akbar”. Wanita Yahudi berusia 27 tahun itu diidentifikasi sebagai penduduk Kota Beersheba di “Israel” selatan dan dilaporkan memegang senjata airsoft. Dia juga diidentifikasi oleh kementerian pertahanan sebagai mantan tentara di pasukan Israel.
Tentara mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa perempuan yang berpakaian serba hitam tersebut, tiba di persimpangan Metzadot Yehuda dari arah pemukiman Beit Yatir di selatan Perbukitan Hebron. Kementerian pertahanan mengatakan para penjaga “bereaksi dengan cepat dan menetralkannya sebelum dia bisa melepaskan tembakan”. Sebuah gambar swafoto yang diambil sebelum kejadian rupanya menunjukkan perempuan itu mengenakan niqab. Motif insiden tersebut masih belum jelas.
Insiden itu terjadi ketika Israel terus menargetkan Jalur Gaza dengan serangan udara. Israel pada Selasa (9/5) meluncurkan serangan baru di Gaza yang dijuluki Operasi Perisai dan Panah, menewaskan 15 warga Palestina, termasuk empat anak dan lima wanita. Sehari seltelahnya (10/5), serangan udara Israel menewaskan empat warga Palestina, mendorong faksi bersenjata Palestina untuk menembakkan roket ke Israel.
Penantian yang menegangkan terjadi di Israel setelah serangan awal, dengan kota-kota di dekat perbatasan dengan Gaza bersiap untuk serangan balasan dari kelompok-kelompok Palestina. Lebih dari 7.000 orang yang tinggal di Israel selatan meninggalkan rumah mereka ke bagian lain ketika tempat perlindungan bom dibuka dan jalan ditutup.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








