Di antara puluhan warga sipil yang menjadi korban serangan udara Israel pada Selasa (9/5), adalah seorang dokter gigi yang terkenal karena menawarkan perawatan gratis kepada keluarga miskin. Jamal Khuswan dibunuh bersama istrinya, Merfat Khuswan, dan anak mereka, Yousef Khuswan. Mereka tinggal di blok perumahan yang sama dengan pemimpin Jihad Islam, Tareq Izzeldeen.
Empat anak Khuswan lainnya selamat dari serangan itu dengan luka ringan, kata saudara laki-laki Khuswan, Mohammad. “Rasanya berat, sangat buruk, situasi yang sangat tidak lazim,” katanya di luar kamar mayat, setelah melihat jasad saudaranya. Dia mengatakan saudara laki-lakinya, yang berusia 50-an tersebut, berkewarganegaraan Rusia dan juga Palestina karena dia telah lama belajar kedokteran di Rusia.
Sebagai Mantan Kepala Eksekutif Rumah Sakit Rehabilitasi Al-Wafa dan pemimpin Serikat Dokter Gigi Lokal, Khuswan dielu-elukan oleh Kementerian Kesehatan sebagai tokoh nasional yang berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan tugas kemanusiaannya. “Kementerian Kesehatan sangat sedih dan berduka. Dr. Jamal Khuswan, telah syahid saat fajar hari ini bersama istri dan putranya, akibat serangan brutal Zionis di Kota Gaza,” kata pernyataan itu. “Dr. Khuswan adalah orang yang memiliki dedikasi patriotik dan medis yang hebat.”
Jalan-jalan Gaza tampak hampir kosong pada Selasa pagi, kecuali pergerakan taksi dan mobil ambulans yang berpacu di jalan-jalan saat kerabat bersiap untuk memakamkan 13 korban yang tewas. Di daerah lain, di daerah kantong yang padat tersebut, orang-orang mengais puing-puing rumah mereka untuk menyelamatkan dokumen dan perabot apa pun yang masih tersisa. “Anak-anak terbangun oleh suara ledakan, mereka panik. Kami memiliki anak-anak, perempuan dan orang tua. Apa yang terjadi sangat tidak normal,” kata Hani Jaber, seorang warga Rafah di Jalur Gaza selatan.
Pejabat Palestina mengatakan serangan Israel telah menghantam sejumlah bangunan tempat tinggal di jalur padat penduduk tempat 2,3 juta warga Palestina tinggal di sepetak tanah seluas 365 km persegi. Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland mengutuk pembunuhan warga sipil di Gaza. “Saya mengutuk kematian warga sipil dalam serangan udara Israel. Ini tidak dapat diterima,” kata Wennesland.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








