Republik Kongo dilanda banjir besar setelah hujan lebat mengguyur daerah itu. Jumlah korban tewas akibat banjir di Kongo timur telah meningkat hampir dua kali lipat, mencapai hampir 400 orang pada Minggu (7/5), menurut seorang pejabat setempat. Pihak administrator daerah yang paling parah terkena dampak banjir, wilayah Kalehe di provinsi Kivu Selatan, mengatakan kepada The Associated Press melalui telepon bahwa lebih banyak mayat ditemukan pada Minggu, termasuk yang ditemukan telah mengambang di Danau Kivu.
Hujan deras pada Kamis (4/5) di wilayah tersebut menyebabkan sungai-sungai meluap dan banjir bandang menyapu sebagian besar bangunan di Desa Bushushu dan Nyamukubi. Dilansir dari TRTWorld pada Senin (8/5), pejabat administrasi Kalehe, Thomas Bakenge mengatakan jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi mencapai 394 orang, namun ini masih jumlah sementara karena pencarian masih terus dilakukan.
Pemerintah Kongo mengumumkan Senin sebagai hari berkabung nasional, dengan mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang para korban. Delegasi pejabat pemerintah dan anggota parlemen yang dikirim oleh Presiden Kongo, Félix Tshisekedi, tiba di Bukavu, sebuah kota di dekat bagian selatan Danau Kivu dan berencana untuk mengunjungi daerah yang hancur.
Hujan lebat dalam beberapa hari terakhir telah membawa kesengsaraan bagi ribuan orang di Afrika Timur, termasuk di beberapa bagian Uganda dan Kenya. Banjir dan tanah longsor di Rwanda, yang berbatasan dengan Kongo, menewaskan 129 orang pada awal pekan ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








