Tiga warga Palestina tewas pada Kamis pagi (4/5) oleh pasukan Israel di pusat bersejarah Kota Nablus, Tepi Barat, kata Kementerian Kesehatan Palestina. Tentara Israel mengatakan dua dari tiga warga Palestina yang tewas diduga terlibat dalam serangan di dekat Hamra, sebuah permukiman ilegal Israel di Lembah Yordan pada bulan April, yang menewaskan tiga anggota keluarga pemukim Inggris-Israel, Haaretz melaporkan.
Tentara Israel mengidentifikasi warga yang terbunuh sebagai Hassan Qatnani dan Muath al-Masri, menambahkan bahwa orang Palestina ketiga, Ibrahim Hura, juga termasuk di antara yang tewas. Identitas mereka yang terbunuh, bagaimanapun, tidak dapat segera diverifikasi oleh otoritas Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan fitur wajah dari dua warga Palestina yang tewas benar-benar terdistorsi akibat intensitas penembakan, sehingga sulit untuk mengidentifikasi mereka. Setidaknya sembilan warga Palestina lainnya juga terluka dalam serangan itu.
Tentara Israel mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang melakukan operasi di Nablus. Menurut saksi mata Palestina, pasukan Israel mengepung dua rumah di kota itu, salah satunya milik Mohammad al-Azizi, pendiri kelompok perlawanan Lion’s Den, yang dibunuh tahun lalu oleh militer Israel. Operasi itu dilakukan oleh gabungan badan keamanan Shin Bet, Polisi Israel, dan tentara Israel.
Anggota unit pasukan khusus Yamam mengepung rumah tempat penyerang Lembah Jordan tersebut diyakini bersembunyi dan pasukan Israel menembakkan rudal yang diluncurkan ke rumah itu. Insiden ini meningkatkan jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan dan pemukim Israel sejak awal tahun ini menjadi 104, termasuk 17 anak-anak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








