Otoritas Israel hari Rabu (3/5) menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal yang terdiri dari 25 apartemen yang terletak di kota Palestina Anata di Yerusalem. Salah satu penghuni gedung, Muhammad Mahmoud Hamdan, mengatakan kepada kantor berita Safa bahwa mereka terkejut saat mengetahui pasukan pendudukan Israel menyerbu pinggiran kota Al-Salam, tempat gedung itu berada, melalui Tembok Pemisah yang ilegal.
Pegawai Kementerian Dalam Negeri Israel kemudian mulai menghancurkan bangunan tersebut tanpa peringatan sebelumnya, tambah Hamdan. Dia mengatakan bahwa ayahnya dapat memperoleh perintah untuk menghentikan proses pembongkaran, tetapi kementerian pendudukan mengajukan banding atas perintah tersebut dan melanjutkan proses pembongkaran. Warga Palestina itu menambahkan bahwa pasukan pendudukan Israel juga memukuli beberapa warga, termasuk sepupunya.
Hamdan mengatakan ayahnya membangun gedung itu hampir enam bulan lalu di atas lahan seluas 700 meter persegi. Bangunan itu memiliki 25 apartemen, masing-masing dengan luas 120 meter persegi untuk setiap apartemen. Sepuluh sudah siap huni sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan. Pasukan pendudukan tidak mengizinkan dua keluarga untuk memindahkan barang-barang mereka dari rumah mereka sebelum pembongkaran yang dimulai pada pukul 09.00 dan berlanjut hingga pukul 14.00, tambahnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








