Lebih dari 1.500 pemukim Israel pada Senin (10/4) memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur selama hari raya Paskah Yahudi (Pesach). Dalam sebuah pernyataan, Departemen Wakaf Islam di Al-Quds (Yerusalem) mengatakan bahwa 1.532 pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa dalam 21 kelompok dengan pengawalan ketat oleh polisi Israel.
Sebelumnya, polisi Israel mencegah warga Palestina di bawah usia 50 tahun memasuki Masjid Al-Aqsa untuk menunaikan salat, kata saksi kepada Anadolu. Para saksi mata mengatakan bahwa pasukan polisi dikerahkan di halaman Al-Aqsa untuk memuluskan serbuan pemukim melalui Gerbang al-Mughrabi di dinding barat masjid. Polisi juga mengusir sejumlah jamaah Palestina dari halaman Masjid Al-Aqsa selama serbuan para pemukim.
Departemen Wakaf Islam di Al-Quds mengatakan bahwa 912 pemukim telah menyerbu Masjid Al-Aqsa pada hari raya Paskah Yahudi, yang akan berlanjut hingga 12 April. Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina setelah pasukan Israel menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur, memukuli, menangkap, dan secara paksa mengusir jamaah pada minggu lalu. Serangan Israel di masjid memicu tembakan roket dari Jalur Gaza dan Lebanon, sehingga Israel membalasnya dengan mengirimkan serangan udara.
Palestina menuding Israel terus berupaya secara sistematis untuk meneruskan Yahudinisasi di Al-Quds Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, dengan tujuan melenyapkan identitas Arab dan Islam. Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








