Pasukan Israel membunuh seorang anak Palestina di Kota Yerikho, Tepi Barat, pada Senin (10/4), lapor kementerian kesehatan Palestina. Mohammad Fayez Mohammad Awadat (Bilhan), 15, ditembak mati oleh pasukan Israel sekitar pukul 10:30 pagi di Kamp Pengungsi Aqbat Jabr, menurut dokumentasi dari Defense for Children Internasional – Palestine (DCIP).
Pasukan Israel menyerbu Kamp Pengungsi Aqbat Jabr sekitar pukul 09.40. Saat beranjak mundur dari kamp, pasukan menembakkan peluru tajam tanpa pandang bulu, menyerang Mohammad di bagian kepala, dada, perut, dan panggulnya. Ambulans Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina segera memindahkan Mohammad ke Rumah Sakit Pemerintah Yericho, tetapi dia dinyatakan meninggal pada sekitar pukul 11.30.
Mohammad adalah anak Palestina ke-18 yang dibunuh oleh pasukan Israel sepanjang 2023, yaitu 17 anak Palestina di Tepi Barat, dan seorang anak Palestina berusia 10 tahun di Gaza meninggal karena luka di kepala yang dideritanya akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza pada Agustus 2022.
Di bawah hukum internasional, kekuatan mematikan yang disengaja hanya dibenarkan dalam keadaan terdapat ancaman langsung terhadap nyawa atau cedera serius. Namun, investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh DCIP secara teratur menunjukkan bahwa pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak-anak Palestina dengan sengaja, tanpa adanya koridor hukum.
Pada 2022, Israel telah membunuh 53 anak Palestina, termasuk 36 anak Palestina yang ditembak mati oleh pasukan Israel atau pemukim di Tepi Barat, serta pembunuhan terhadap 17 anak Palestina antara 5–7 Agustus dalam agresi militer tiga hari di Jalur Gaza.
Sumber:
https://www.palestinechronicle.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








