Pada Hari Anak Palestina, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengatakan bahwa anak-anak Palestina masih menjadi sasaran utama otoritas penjajah Israel dan kelompok pemukim. Pada tahun 2022, Israel menahan hampir 900 anak Palestina, membunuh hampir 40 lainnya, serta melukai dan memaksa puluhan lainnya mengungsi, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Kementerian menyebutkan lima strategi praktik kriminal dan ilegal yang dilancarkan Israel yang menghancurkan kehidupan anak-anak Palestina, yaitu: “Penghancuran rumah, pengusiran warga Palestina, pengepungan ilegal di Jalur Gaza, penyiksaan dan praktik tidak manusiawi, serta meningkatnya serangan pemukim Israel bersenjata, sangat berperan penting dalam menghancurkan kehidupan anak-anak Palestina.”
“Gabungan tindak kriminal ilegal ini menciptakan realitas sehari-hari yang tak tertahankan dan traumatis bagi anak-anak Palestina. Mereka kehilangan segala bentuk perlindungan yang seharusnya dapat menjadi hak mereka.” tambah pernyataan itu.
Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri meminta semua pengemban tugas untuk memenuhi kewajiban mereka terhadap anak-anak Palestina dan memastikan kepatuhan Israel terhadap konvensi dan hukum internasional yang relevan, menegaskan kembali permintaan tetapnya kepada Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mendaftarkan Israel sebagai pelanggar sistemik hak-hak anak.
“Melindungi dan membela martabat, hak, dan kehidupan anak-anak Palestina tetap menjadi tujuan utama dari upaya Palestina di jalur diplomatik dan hukum,” tambahnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








