PBB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “shock dan terkejut” ketika melihat foto-foto pasukan keamanan Israel yang memukuli orang-orang di Masjid Al-Aqsa, kata juru bicaranya pada hari Rabu. Stephane Dujarric mengatakan Guterres melihat gambar-gambar “kekerasan dan pemukulan” di dalam situs suci tersebut, dan merasa lebih tertekan karena kabar itu datang “pada waktu yang suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim yang seharusnya menjadi waktu untuk perdamaian dan tanpa kekerasan”. “Tempat ibadah seharusnya hanya digunakan untuk ibadah yang damai,” tambahnya.
Amerika Serikat
Gedung Putih mengatakan “sangat prihatin” dan mendesak orang Israel dan Palestina untuk menahan diri. “Kami sangat prihatin dengan kekerasan yang terus berlanjut dan kami mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan. “Sangat penting, sekarang lebih dari sebelumnya, baik bagi orang Israel maupun Palestina, untuk bekerja sama meredakan ketegangan ini dan memulihkan rasa tenang.”
Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan Israel, menyebut tindakan seperti itu di kompleks masjid sebagai “garis merah” untuk Turki. “Saya mengutuk tindakan keji terhadap kiblat pertama umat Islam atas nama negara dan rakyat saya, dan saya menyerukan agar serangan dihentikan secepat mungkin,” kata Erdogan. “Turki tidak pernah bisa tinggal diam dan bergeming dalam menghadapi serangan-serangan ini.” “Menyerbu Masjid Al-Aqsa dan menginjak-injak kesuciannya adalah garis merah bagi kami.”
Liga Arab
Liga Arab meminta Dewan Keamanan PBB untuk campur tangan guna menghentikan “kejahatan” Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. Dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan darurat di Kairo pada Rabu, Liga Arab mengutuk serangan Israel. “Kejahatan ini meningkat secara berbahaya pada hari-hari terakhir Ramadan, menyebabkan ratusan orang terluka dan penangkapan jemaah, penyerangan dan penodaan yang disengaja terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa oleh pejabat ekstremis Israel dan pemukim di bawah perlindungan pasukan pendudukan.” Liga Arab menolak “segala bentuk pelanggaran Israel terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen, terutama yang bertujuan mengubah status quo sejarah dan hukum di Masjid Al-Aqsa”.
Kanada
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengkritik “retorika menyakitkan” pemerintah Israel dan mendesaknya untuk mengubah pendekatannya terhadap Palestina. “Kami sangat prihatin dengan retorika yang keluar dari pemerintah Israel, kami prihatin dengan reformasi peradilan, kami prihatin dengan kekerasan di sekitar Masjid Al-Aqsa,” kata Trudeau. “Kita perlu melihat pemerintah Israel bergeser dalam pendekatannya, dan Kanada mengatakan bahwa sebagai teman dekat Israel, kami sangat prihatin dengan arah yang diambil Israel.”
Pakistan
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam sebuah pernyataan menyalahkan “impunitas yang diberikan kepada Israel”, telah mendorong Tel Aviv untuk melanggar hak asasi manusia karena adanya pengabaian dunia. “Saya mengutuk keras serangan polisi Israel terhadap jamaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds. Serangan brutal itu melanggar kesucian bulan suci Ramadan,” kata Sharif dalam sebuah cuitan.
Indonesia
Mengutuk keras kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Tindakan ini benar-benar telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia dan merupakan pelanggaran nyata terhadap kesucian Al-Aqsa. Ini justru akan semakin meningkatkan konflik dan kekerasan.” Jakarta mendesak PBB dan masyarakat internasional untuk “segera mengambil langkah konkret menghentikan dan mengakhiri berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Al-Aqsa.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








