Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa sore (4/42023) mengakibatkan terjadinya bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di sejumlah titik. Banjir bandang mulai terjadi pada Selasa sore 4 April 2023, sekitar Pukul 15.00 hingga 18.00 WITA. Setidaknya delapan wilayah desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Sumbawa terdampak banjir bandang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat mengatakan banjir bandang tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan dan sedimentasi di daerah aliran sungai. “Ada delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut,” katanya dalam keterangan resmi.
Penyebab lainnya, lanjut Nurhidayat, adalah banyak lahan tandus akibat penebangan liar sehingga mengurangi intensitas penyerapan air tanah, tidak maksimalnya bangunan infrastruktur pengaman tebing di wilayah terdampak dan tingginya sedimentasi di daerah aliran sungai wilayah terdampak.
Adapun desa yang terdampak banjir bandang yaitu Desa Lenangguar, Ledang, dan Rate di di Kecamatan Lenangguar. Selanjutnya, Desa Lito, Semamung, Brang Rea, Sebasang, Batu Tering, dan Desa Marga Karya di di Kecamatan Moyo Hulu. Kemudian Desa Empang Bawah di Kecamatan Empang dan Desa Lebin di Kecamatan Ropang. Sedangkan di Kecamatan Lunyuk, longsor menutupi badan jalan lintas Lunyuk Sumbawa sehingga belum bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sementara di Kecamatan Alas, banjir bandang merusak pipa air PDAM di Desa Marente.
Kecamatan terparah terdampak banjir bandang yakni Kecamatan Moyo Hulu, khususnya di Desa Lito dengan data sementara ini dilaporkan 17 rumah hanyut terseret banjir. Menurut Kepala Desa Lito, hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua jam. Banjir bandang kemudian datang dan menerjang ke dalam permukiman. Banyak rumah warga yang berada di bantaran sungai hanyut tersapu banjir. Demikian juga dengan ternak warga banyak yang terseret arus air. Banjir bandang juga menyebabkan beberapa jembatan terputus, yakni jembatan penghubung Desa Lito dan Batu Tering, sedangkan jembatan gantung di Desa Semamung juga ambles diterjang banjir bandang.
Nurhidayat mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh desa dan kecamatan yang terdampak bencana untuk bersama-sama melakukan pendataan secara menyeluruh dan melakukan penanganan, khususnya penyaluran bantuan tahap awal bagi warga yang terdampak banjir. “BPBD Kabupaten Sumbawa bersama TNI, Polri, unsur desa dan kecamatan serta masyarakat setempat bersama-sama untuk melakukan penanganan dampak banjir bandang,” katanya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








