Berbagai bentuk solidaritas sosial bermunculan di Jalur Gaza dan terus meningkat selama bulan suci Ramadan. Banyak inisiatif amal menargetkan keluarga yang membutuhkan dengan memberikan bantuan tunai dan barang, juga parsel bantuan, untuk membantu mereka mendapatkan sebagian dari kebutuhan makanan, minuman, dan pakaian.
Bank makanan amal dianggap sebagai salah satu bentuk solidaritas sosial di Gaza, di tengah kondisi ekonomi yang sulit, mengingat blokade yang mengakibatkan tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Bank makanan amal dilakukan oleh individu dengan usaha mandiri, karena mereka menyiapkan makanan selama Ramadan dan memberikannya kepada keluarga yang membutuhkan di Jalur Gaza, kata Sabreen Salama, pengawas bank amal.
Menurut Salama, proyek bank makanan untuk amal ini diluncurkan pada n Ramadan 2022 dan berlanjut hingga Ramadan 2023. Bank amal ini mulai bekerja di Kota Gaza, dan cabang lain dibuka di Jalur Gaza utara tahun ini. Dia menjelaskan bahwa tujuan diluncurkannya inisiatif ini adalah untuk membantu keluarga menyediakan makanan setiap hari selama bulan Ramadan. Berbagai jenis makanan dimasak setiap hari selama 30 hari, dengan bantuan tim relawan yang menyiapkan makanan dan membagikannya kepada yang membutuhkan.
Saeda Ahmed, salah satu sukarelawan di bank makanan amal, mengatakan bahwa dia dan rekan satu timnya menyiapkan makanan setiap hari untuk diberikan kepada keluarga yang membutuhkan selama Ramadan, tanpa biaya apa pun. Dia menjelaskan bahwa dia adalah bagian dari tim sukarelawan yang terdiri dari 6 orang di Jalur Gaza utara, yang memasak makanan. Mereka mulai bekerja dari jam 11–3 malam sampai makanan diantarkan ke pemiliknya, tanpa mendapatkan upah apapun.
Mengenai jumlah keluarga yang dilayani, Ghanem, penanggung jawab Bank Pangan menjelaskan, ada 120 keluarga di Gaza yang terus bertambah, dan 80 keluarga di Jabalia. Menurut statistik resmi terbaru, tingkat pengangguran di Jalur Gaza mencapai 46%, pengangguran kaum muda mencapai 60%, pengangguran lulusan universitas mencapai 70%, dan pengangguran perempuan mencapai 80%, sedangkan tingkat kemiskinan naik menjadi sekitar 70%, menurut untuk laporan Lembaga PBB, di mana 80% warga bergantung pada bantuan kemanusiaan dan bantuan
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








