Jumlah permukiman dan agresi Israel terhadap warga Palestina meningkat pada 2022, Biro Pusat Statistik Palestina menyatakan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan untuk memperingati 47 tahun Hari Tanah Palestina. Laporan tersebut menyatakan bahwa otoritas pendudukan Israel menyetujui 83 rencana permukiman untuk membangun lebih dari 22.000 unit permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem).
Mereka menyebutkan juga bahwa ada 483 situs pendudukan Israel dan pangkalan militer di Tepi Barat pada akhir 2022, termasuk lebih dari 160 permukiman ilegal dan sejumlah pos terdepan ilegal. Menurut laporan itu, “situs pemukiman lainnya” juga termasuk industri, area turis, area layanan, dan pangkalan militer Israel.”
Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah pemukim pendudukan Israel di Tepi Barat mencapai 719.452 pada akhir tahun 2022. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa pendudukan Israel mengeksploitasi lebih dari 85 persen dari total luas tanah bersejarah Palestina.
Di bawah perlindungan pasukan pendudukan, kata laporan itu, pemukim ilegal melakukan sekitar 8.724 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka sepanjang 2022, termasuk 1.515 serangan terhadap properti dan tempat-tempat keagamaan, 362 serangan terhadap tanah dan sumber daya alam, dan 6.847 serangan terhadap individu Palestina.
Kelompok pemukim telah berusaha 63 kali untuk mendirikan pos terdepan bagi pemukim. Pasukan pendudukan dan pemukim tercatat telah menyita 294 barang Palestina, termasuk 48 traktor pertanian dan 53 mobil, merusak pohon dan mencuri buah zaitun selama musim panen. Israel juga dilaporkan telah membunuh sekitar 100.000 warga Palestina sejak pembentukannya selama Nakba 1948, tambah laporan itu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








