Otoritas pendudukan Israel terus membatasi akses Palestina ke Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan, sementara serbuan pemukim ke Al-Aqsa terus berlanjut, bahkan waktu yang diberikan bertambah 30 menit. Selain itu, pasukan pendudukan Israel juga melakukan penangkapan dan memperpanjang larangan kunjungan terhadap para penjaga masjid (Murabith) dan aktivis di Al-Aqsa.
Nizam Abu Rumouz ditangkap di Masjid Al-Aqsa ketika Israel menyerbu masjid. Dia diinterogasi dan dibebaskan dengan syarat dilarang masuk ke Al-Aqsa selama enam bulan. Abu Ramouz mengatakan larangan sebelumnya dari masjid seharusnya telah berakhir pada hari penangkapannya. Dia telah dilarang mengunjungi Al-Aqsa sebanyak 16 kali, untuk jangka waktu mulai dari satu sampai enam bulan. Setiap perintah larangan, kembali diperpanjang hanya beberapa hari sebelum larangan sebelumnya berakhir, atau tepat pada hari larangan tersebut berakhir, jelasnya.
Raeda Saida juga ditangkap dan penahanannya diperpanjang hingga Kamis. Otoritas pendudukan telah berulang kali melarangnya memasuki masjid. Abdullah Daana, Salih Fakhouri dan Mohammed Abu Farha juga telah dilarang memasuki Al-Aqsa selama satu minggu. Larangan tersebut bisa saja diperpanjang atau diperbarui. Ada seruan yang lebih besar untuk serangan ke Al-Aqsa oleh kelompok sayap kanan Israel menjelang hari raya Paskah Yahudi (Pesach) yang jatuh pada akhir April.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








