Permintaan senjata terus meningkat di kalangan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat sejak pemerintahan berada di bawah ekstrim kanan yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu. Para pemukim yang membawa senjata mendapat latihan untuk menggunakannya. Hal ini didorong oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir, yang menyerukan agar proses pengajuan lisensi dan kepemilikan senjata dipermudah bagi warga Yahudi. “Ini untuk keamanan saya, dan juga untuk rumah tangga saya,” kata Gal, 35, kepada AFP setelah menembakkan beberapa peluru dari pistol 9mm miliknya. Dia bekerja di lokasi konstruksi di Israel yang dia anggap sebagai “tempat yang tidak aman”, karena warga Palestina juga bekerja di lokasi tersebut.
Sementara itu, Parlemen Israel, Knesset, telah mengeluarkan undang-undang sementara yang memungkinkan petugas polisi melakukan penggeledahan rumah untuk mengambil senjata ilegal tanpa surat perintah, khususnya di komunitas Arab, Haaretz melaporkan. Tujuannya adalah untuk “mengurangi jumlah senjata ilegal yang digunakan oleh organisasi kriminal dengan memberikan alat kepada polisi Israel dan otoritas penegak hukum lainnya.”
Menurut Haaretz, hukum sementara itu akan berlaku selama satu tahun. Undang-undang mengizinkan polisi pendudukan untuk masuk dan menggeledah bangunan tanpa perintah pengadilan, meskipun izin dari petugas berpangkat pengawas atau lebih tinggi harus diperoleh. Ini akan didokumentasikan sesuai dengan prosedur standar polisi. Mereka juga menetapkan hukuman penjara hingga 10 tahun serta denda bagi orang yang tertangkap dengan senjata atau komponen senjata ilegal. Siapa pun yang dinyatakan bersalah karena “memproduksi, mengimpor, atau mengekspor senjata ilegal” juga akan disita senjatanya.
Pembela hak asasi manusia telah mengkritik undang-undang baru tersebut, memperingatkan bahwa hal itu dapat “membahayakan masyarakat Arab.” Demikian pula, Daftar Gabungan – aliansi partai politik mayoritas Arab di Israel – menggambarkan undang-undang tersebut “berbahaya”, sebab hal itu dapat memberikan kekuatan penuh kepada polisi dan tentara Israel untuk menyerbu ke rumah-rumah tanpa surat perintah pengadilan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








