Kejahatan kebencian termasuk vandalisme dan serangan yang dilakukan oleh orang Yahudi Israel terhadap orang Kristen Arab di Al-Quds telah meningkat tajam sejak awal tahun ini, ungkap Haaretz pada hari Minggu (26/3). Para pemimpin gereja mengaitkan munculnya kejahatan rasial anti-Kristen dengan retorika pemerintah sayap kanan paling ekstrem yang pernah dimiliki Israel.
Menurut Haaretz, polisi Israel tidak menanggapi masalah ini dengan cukup serius dan menolak mengakui meningkatnya jumlah kejahatan rasial. Umat Kristiani sekarang merasa bahwa melaporkan kejadian seperti itu adalah sia-sia. Seorang pendeta Armenia yang dikutip oleh Jerusalem Inter-Church Center mengatakan bahwa dia telah diludahi lebih dari sembilan puluh kali pada tahun ini, kebanyakan terjadi di Kota Tua Al-Quds.
“Bukan kebetulan bahwa legitimasi diskriminasi dan kekerasan dalam lingkungan politik Israel saat ini juga diterjemahkan menjadi tindakan kebencian dan kekerasan terhadap komunitas Kristen,” kata Pastor Francesco Patton, penjaga Ordo Fransiskan di Tanah Suci. “Kami berharap serta menuntut agar pemerintah Israel dan lembaga penegak hukum bertindak tegas untuk menjamin keamanan bagi semua komunitas, untuk menjamin perlindungan agama minoritas, dan untuk memberantas fanatisme agama. Kami merujuk secara khusus pada insiden intoleransi, kejahatan kebencian dan vandalisme serius yang diarahkan terhadap orang-orang Kristen.”
Polisi Israel membantah narasi Kristen dan mengklaim bahwa semua insiden yang dilaporkan ditangani dengan cepat dan tegas. Mereka mengaku bahwa tersangka telah ditangkap dalam banyak kasus, dan didakwa dalam beberapa kasus. Orang Kristen merupakan 25 persen dari penduduk Al-Quds 100 tahun yang lalu, tetapi menjadi tinggal satu persen pada hari ini. Jumlah orang Kristen Arab di Al-Quds mulai menurun setelah pendudukan tahun 1967, karena Israel menyita 30 persen tanah mereka dan mencuri banyak properti melalui kesepakatan tanah yang dipertanyakan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








