Warga Al-Quds (Yerusalem) telah menyerukan kampanye buka puasa besar-besaran di halaman Masjid Al-Aqsa, dalam upaya untuk meningkatkan jumlah jamaah yang hadir di Masjid Al-Aqsa dan melindunginya dari serbuan Israel.
Beberapa hari yang lalu, Para penjaga Masjid Al-Aqsa (al-Murabitun) telah mengerahkan upaya, baik secara langsung maupun melalui media sosial mereka, mengimbau warga Palestina untuk memperbanyak itikaf dan kehadiran di Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan. Ini terjadi setelah meningkatnya pelanggaran Israel di Kota Al-Quds, dan para pemukim mengancam akan melakukan serangan besar-besaran ke Al-Aqsa pada perayaan “Paskah” Ibrani (Pesach).
Kampanye tersebut bertujuan untuk mengintensifkan kehadiran di setiap sudut Al-Quds selama bulan suci serta untuk memperlihatkan keterikatan masjid dengan jamaah dan para murabitun, dalam rangka membuktikan hak Palestina atas Al-Quds dan semua tempat sucinya. Seruan ini datang mengingat serangan pelecehan Israel yang meningkat sepanjang Ramadan, seperti penangkapan berulang, pemukulan, panggilan untuk penyelidikan, serta larangan bepergian ke Al-Aqsa.
Pada Kamis (23/3), yang bertepatan dengan hari pertama Ramadan, pasukan pendudukan Israel menghentikan perayaan Ramadan dengan menyerbu kerumunan orang. Video yang dibagikan secara online menunjukkan orang-orang Palestina dipukuli, gerobak ditendang dan dibongkar, kemudian orang-orang berlarian dengan panik untuk mencari orang yang mereka cintai. Sepanjang malam, pasukan Israel ditempatkan di sekitar tangga menuju Gerbang Damaskus, beberapa di antaranya menyamar. Pasukan lain dikerahkan di menara pengawas di gerbang.
Sehari setelahnya, Pasukan Israel memblokir jalan menuju Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur, ketika lebih dari 100.000 jamaah Muslim datang untuk salat Jumat. Drone dan helikopter berputar-putar di langit di atas Masjid Kubah Batu. Di jalan-jalan sempit dan pasar Kota Tua, pasukan Israel yang dilengkapi dengan tabung gas air mata terlihat menghentikan para pemuda untuk masuk ke Masjid Al-Aqsa.
Di pos pemeriksaan Qalandia, pasukan Israel menghentikan ratusan orang yang hendak memasuki situs suci, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Di sekitar gerbang Al-Aqsa, pasukan Israel, beberapa di antaranya menyamar, terlihat merekam jamaah dan menggunakan teropong untuk pengawasan.
Masjid Al-Aqsa tengah berada di bawah ancaman agresi besar-besaran dan serangan besar selama “Paskah” Ibrani, yang bertepatan dengan minggu ketiga Ramadan, antara 6–12 April. Patut dicatat bahwa laju serangan meningkat selama Februari lalu, karena lebih dari 3.587 pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa untuk melakukan ritual Talmud di Al-Aqsa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








