• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

10 Negara Ini Berisiko Bencana Iklim!

by Adara Relief International
Maret 27, 2023
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Krisis Air Membahayakan Kehidupan 190 Anak di 10 Negara Afrika
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Perubahan iklim menyebabkan krisis kemanusiaan baru dan mempercepat krisis yang sudah ada di komunitas yang rentan di seluruh dunia. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) memperingatkan bahwa perlunya pengurangan drastis emisi gas rumah kaca untuk mencegah dunia mengalami kenaikan suhu global dan konsekuensi bencana yang mengikutinya. “Populasi paling rentan di dunia sudah berada di garis depan krisis iklim,” jelas CEO dan Presiden IRC, David Miliband. “Untuk mengurangi bencana iklim dan cuaca ekstrem terburuk, negara-negara penghasil emisi besar harus mengambil tindakan drastis untuk mengendalikan emisi.”

Negara-negara dalam daftar ini semuanya memiliki kesamaan, yakni meskipun mereka memiliki sedikit  kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca tetapi mereka sangat rentan terhadap efek pemanasan global. Mereka juga masuk dalam Daftar Pantauan IRC sebagai negara yang paling mungkin mengalami krisis kemanusiaan pada tahun 2023. Untuk mengetahui negara mana yang paling berisiko terkena bencana iklim, International Rescue Committee (IRC) dan World Resource Institute (WRI) menganalisis di mana krisis iklim kemungkinan besar terjadi dan apakah negara yang terkena dampak memiliki kapasitas untuk merespons dan melindungi masyarakat yang rentan. Negara-negara dengan tingkat kesiapan iklim yang rendah dan tingkat kerentanan yang tinggi paling berisiko terhadap bencana iklim.

Berikut ini adalah daftar 10 negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, meskipun kontribusinya kecil terhadap penyebabnya. Secara kolektif, negara-negara ini hanya menyumbang 0,28% dari emisi CO2 global sementara membentuk 5,16% dari populasi dunia.

1. Somalia

Perubahan iklim telah memperburuk tantangan kekeringan dan kerawanan pangan yang ekstrem di Somalia. Ketidakstabilan politik negara ini telah mempersulit negara dalam mengatasi krisis iklim dan melindungi komunitas yang rentan. Pada pertengahan 2023, diperkirakan lebih dari delapan juta orang Somalia – hampir setengah dari populasi negara itu – akan mengalami tingkat krisis kerawanan pangan, atau lebih buruk lagi.

2. Suriah

Lebih dari satu dekade perang di Suriah telah mengikis kemampuan negara untuk menangani krisis. Konflik dan krisis ekonomi yang intens telah memaksa 90% warga Suriah berada di bawah garis kemiskinan. Kekeringan ekstrem dan gempa bumi Februari 2023 di dekat perbatasan Suriah-Turki, telah memengaruhi ratusan ribu warga Suriah.

3. Republik Demokratik Kongo

Republik Demokratik Kongo mengalami konflik terus-menerus, tantangan ekonomi, dan wabah penyakit. Wabah penyakit besar–termasuk campak, malaria, dan Ebola– mengancam sistem perawatan kesehatan yang melemah sehingga membahayakan banyak nyawa. Faktor-faktor ini telah melemahkan kemampuan negara untuk menghadapi bencana iklim dan mengganggu dukungan kemanusiaan, sementara warga menghadapi banjir dan kerawanan pangan yang meningkat.

4. Afghanistan

Sejak tahun 2021 negara ini telah mengalami kerapuhan yang semakin meningkat karena terhentinya aliran bantuan asing dan keruntuhan ekonomi yang memperdalam kemiskinan. Sekarang, Afghanistan telah memasuki tahun ketiga kekeringan sementara banjir hebat di beberapa bagian negara itu telah mengurangi produksi pangan dan membuat orang mengungsi.

5. Yaman

Konflik bertahun-tahun telah mendorong krisis ekonomi dan tingkat kerapuhan yang tinggi di Yaman. Pada akhir tahun 2022, 17 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan makanan, sementara 1,3 juta perempuan hamil atau menyusui dan 2,2 juta anak-anak memerlukan pengobatan akibat kekurangan gizi. Perubahan iklim telah memperburuk penggurunan dan kekeringan di negara ini.

6. Chad

Chad mendapat peringkat sebagai negara paling rentan terhadap iklim di dunia pada Notre Dame-Global Adaptation Initiative Index, yang memeriksa paparan, sensitivitas, dan kapasitas suatu negara untuk beradaptasi terhadap efek negatif perubahan iklim. Banjir pada akhir tahun 2022 berdampak pada lebih dari 1 juta orang di negara itu sementara krisis ekonomi telah menyebabkan kerawanan pangan yang meluas. 

7. Sudan Selatan

Sudan Selatan, negara dengan kerentanan tinggi dan kesiapan iklim rendah, semakin rentan terhadap bencana iklim. Meski perang saudara yang mengguncang negara itu resmi berakhir pada 2018, konflik lokal tetap meluas. Ketahanan iklim yang lebih baik diperlukan untuk melindungi warga Sudan Selatan dari guncangan iklim, seperti banjir parah yang berdampak pada lebih dari 900.000 orang pada akhir tahun 2022.

8. Republik Afrika Tengah

Persaingan untuk menguasai kekuasaan politik dan sumber daya alam telah menggoyahkan Republik Afrika Tengah (CAR). Banjir parah mengancam keselamatan dan kesehatan warga CAR, terutama mereka yang tinggal di kamp-kamp pengungsi internal, dengan berkontribusi pada penyebaran penyakit yang terbawa air seperti kolera. Penyakit lain seperti malaria, meningitis, dan cacar monyet juga membebani sistem kesehatan CAR yang melemah.

9. Nigeria

Banjir pada akhir tahun 2022 berdampak pada 2,5 juta orang di Nigeria dan menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian negara tersebut. Pada pertengahan 2023 diperkirakan 25 juta orang Nigeria akan menghadapi kerawanan pangan tingkat tinggi. Ketegangan politik dan konflik yang meluas telah berkontribusi pada kerapuhan negara, sehingga sulit untuk menanggapi bencana iklim.

10. Etiopia

Kekeringan memengaruhi lebih dari 24 juta orang Etiopia. Jumlah ini diperkirakan meningkat karena negara itu akan memasuki kegagalan musim hujan keenam kalinya secara berturut-turut. Sejumlah konflik di seluruh wilayah dan ketidakstabilan politik telah mengganggu dukungan kemanusiaan di negara tersebut dan mempersulit pihak berwenang untuk mengatasi dampak perubahan iklim di Etiopia.

Sumber:

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

https://reliefweb.int

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Internasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tolak Kehadiran Timnas Israel pada Piala Dunia U-20, Begini Keputusan Akhir FIFA

Next Post

Darurat! Israel akan Bangun 1.029 Unit Permukiman Ilegal Yahudi Baru di Palestina, Berikut Daftar Lokasinya

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Darurat! Israel akan Bangun 1.029 Unit Permukiman Ilegal Yahudi Baru di Palestina, Berikut Daftar Lokasinya

Darurat! Israel akan Bangun 1.029 Unit Permukiman Ilegal Yahudi Baru di Palestina, Berikut Daftar Lokasinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630