Pasukan Israel menembak mati seorang pria Palestina berusia 25 tahun dalam serangan di Tepi Barat pada Kamis pagi (23/3), menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Polisi perbatasan Israel mengatakan bahwa unit penyamarannya sedang mencari seorang pria yang diduga terlibat dalam beberapa serangan penembakan.
Pasukan mengepung rumah Amir Imad Abu Khadijeh (25) di Kota Izbat Shufa, tenggara Tulkarm, dan menembakinya setelah diduga “mengarahkan senjata” ke arah pasukan. Sebuah kelompok baru yang dibentuk untuk menghadapi pendudukan Israel dengan nama “Brigade Tulkarm” mengatakan bahwa Abu Khadijeh adalah salah satu pendirinya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, ketegangan antara warga Palestina dan pasukan Israel telah meningkat selama Ramadan. Pasukan Israel memberlakukan langkah-langkah pengamanan ketat di Al-Quds Timur yang sering menimbulkan konfrontasi, khususnya di sekitar kompleks Masjid al-Aqsa.

Sejak awal tahun, terjadi lebih banyak serangan Israel dan lebih banyak kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Pembunuhan Abu Khadijeh membuat jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh Israel sepanjang tahun ini menjadi sedikitnya 87 orang, termasuk 16 anak-anak. Ini adalah awal tahun paling berdarah sejak tahun 2000, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Kekhawatiran terus muncul bahwa kekerasan yang lebih luas akan pecah pada April menjelang Pesach (hari Paskah Ibrani), dan bulan Ramadan yang hadir waktu bersamaan. Pejabat Israel dan Palestina telah bertemu pada akhir pekan dalam upaya untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak menyusul serangkaian serangan oleh pasukan Israel di Tepi Barat.
Pertemuan satu hari di kota peristirahatan Mesir Sharm el-Sheikh tersebut didukung oleh pejabat Mesir, AS, dan Yordania. Ini adalah pertemuan kedua dalam beberapa minggu ini. Kedua belah pihak telah mencoba mencapai kerangka kerja yang akan menghentikan ketegangan yang meningkat di Tepi Barat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








