Banjir dan angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (20/3). Banjir menyebabkan ratusan rumah dan belasan tenda pengungsian korban gempa bumi di wilayah Cugenang terendam dan rusak. Hujan deras yang terjadi sejak Senin (20/3) sore hingga malam, membuat sungai di dua kecamatan meluap. Banjir terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan deras mengguyur sejak siang hari mulai pukul 12.00 WIB. Banjir berdampak pada warga di dua kecamatan yaitu Pacet dan Cugenang sehingga ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat yang dinilai aman dari banjir.
Sejumlah warga penghuni tenda dan hunian darurat di Kecamatan Pacet juga terpaksa mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman karena air bah setinggi betis mengenangi hunian darurat dan tenda yang sudah mereka tempati sejak gempa tiga bulan yang lalu. Seorang warga bernama Apian (50 tahun) mengatakan banjir menyebabkan belasan tenda hunian sementara korban gempa menjadi hanyut. Ada belasan tenda yang dilaporkan tersapu banjir. “Di Kampung Gununglanjung 2 ada lima tenda yang hanyut, sedangkan di Kampung Gununglanjung 1 ada sekitar 7 tenda pengungsian yang hanyut,” kata dia.
Beberapa wilayah yang dilanda banjir yakni Desa Cijedil dan Sukamaju Kecamatan Cugenang, Desa Nagrak dan Limbangansari Kecamatan Cianjur, serta Desa Ciherang Kecamatan Pacet. Ketinggian air di Desa Cijedil mencapai 80 Centimeter, sedangkan di kawasan Cikaret Kecamatan Cianjur ketinggian air mencapai 1 meter. Sementara puting beliung terjadi di Kecamatan Cipanas, tepatnya di kawasan Pasar Cipanas menyebabkan gerobak pedagang kaki lima rusak.
“Ada beberapa wilayah yang dilanda banjir yang terparah di Cijedil Kecamatan Cugenang dan di Cikaret Kecamatan Cianjur. Selain itu ada juga angin puting beliung di Cipanas,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman (20/3). Menurutnya, berdasarkan laporan BPBD tidak ada korban jiwa, tetapi ratusan rumah terendam. “Korban jiwa tidak ada, tapi ratusan rumah di sejumlah wilayah itu terendam. Saat ini petugas dari BPBD masih melakukan pendataan di lapangan,” pungkasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








