Para pemukim Israel pada Kamis (9/3) melanjutkan pekerjaan penggalian mata air di sebelah timur Desa Ein el-Beida, di Lembah Yordan utara sebagai upaya untuk merebutnya. Aktivis setempat, Aref Daraghmeh, mengatakan bahwa para pemukim telah melakukan penggalian dan pekerjaan restorasi selama dua minggu di sekitar mata air dari Khirbet Ad-Dair untuk kemudian mencegah akses petani Palestina dan pejalan kaki ke sana.
Di bawah hukum internasional, mengusir penduduk dari wilayah pendudukan dari rumah mereka dianggap sebagai pemindahan paksa orang-orang yang dilindungi, yang merupakan kejahatan perang. Akan tetapi, penduduk komunitas Palestina di Lembah Yordan terus menjadi sasaran kebijakan Israel yang mengganggu seperti itu.
Lembah Yordan, yang merupakan sebidang tanah subur yang membentang ke barat sepanjang Sungai Yordan, adalah rumah bagi sekitar 65.000 warga Palestina dan membentuk sekitar 30% dari Tepi Barat. Sejak 1967, ketika tentara Israel menduduki Tepi Barat, Israel telah memindahkan setidaknya 11.000 warga Yahudi ke Lembah Yordan. Beberapa permukiman tempat mereka tinggal dibangun hampir seluruhnya di atas tanah pribadi warga Palestina.
Militer Israel juga telah menetapkan sekitar 46 persen Lembah Yordan sebagai zona militer tertutup sejak awal pendudukan pada Juni 1967, dan telah menggunakan dalih latihan militer untuk menggusur paksa keluarga Palestina yang tinggal di sana sebagai bagian dari strategi pembersihan etnis dan mencegah pembangunan Palestina di daerah tersebut.
Sekitar 6.200 warga Palestina tinggal di 38 komunitas di tempat-tempat yang diperuntukkan bagi penggunaan militer dan harus mendapatkan izin dari otoritas Israel untuk masuk dan tinggal di komunitas mereka. Melanggar hukum internasional, militer Israel tidak hanya menggusur sementara masyarakat secara teratur, tetapi juga menyita tanah pertanian, serta menghancurkan rumah dan infrastruktur mereka dari waktu ke waktu.
Selain harus mengungsi sementara waktu, keluarga Palestina yang tinggal di sana menghadapi segudang pembatasan akses ke sumber daya dan layanan. Sementara itu, Israel mengeksploitasi sumber daya daerah tersebut dan mengeruk keuntungan dari penggarapan tanah dan sumber daya air untuk melayani kepentingan para pemukim. Politisi Israel telah menjelaskan dalam beberapa kesempatan bahwa Lembah Yordan yang sangat strategis akan tetap berada di bawah kendali mereka dalam segala kemungkinan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








