Pasukan pendudukan Israel pada Minggu (5/3) mengumumkan bahwa tidak ada penyeberangan atau pos pemeriksaan yang akan beroperasi hingga Rabu, menyebabkan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza terputus. Keputusan itu diambil saat Israel bersiap untuk menandai hari raya Yahudi, Purim. Penutupan itu adalah praktik standar selama hari libur nasional Yahudi, yang diklaim militer sebagai tindakan pencegahan. Pengecualian akan dibuat untuk kasus kemanusiaan dan kasus luar biasa lainnya. Namun, mereka akan membutuhkan persetujuan dari Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), pasukan penjajah yang bertanggung jawab atas urusan Palestina di wilayah pendudukan.
Menurut Times of Israel, pendudukan mengatakan penyeberangan perbatasan untuk warga Palestina akan dibuka kembali pada Kamis, tergantung pada “penilaian kondisi situasional.” Tindakan Israel termasuk penutupan semua jalan utama, mendirikan pos pemeriksaan militer dan intensifikasi kehadiran tentara, serta penutupan semua penyeberangan di sekitar Jalur Gaza, memperketat blokade lebih jauh. Semua tindakan kasar dan menindas terhadap warga Palestina dilakukan sebagai sarana untuk “mengamankan perayaan para pemukim.”
Tahun lalu adalah tahun pertama dalam lima tahun ketika penutupan tidak diberlakukan di Tepi Barat. Penutupan ini semakin merusak dan membatasi pertumbuhan ekonomi Palestina. Purim dirayakan setiap tahun pada tanggal 14 bulan Ibrani Adar, yang umumnya jatuh pada akhir musim dingin atau awal musim semi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








